Kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang, Senin (3/8).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang, Senin (3/8). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 80 siswa SMP Negeri lintas agama se-Kabupaten Gianyar sebagai upaya memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Pembukaan acara dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, serta dihadiri oleh jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar selaku mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmonisasi masyarakat.

Baca juga:  Raker PPDB, DPRD Klungkung Minta UPT dan Disdikpora Koordinasi ke Provinsi

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Gusti Putu Ngurah Adnyana menegaskan bahwa Taman Nusantara merupakan wujud komitmen Pemkab Gianyar untuk mengintegrasikan pembentukan watak bangsa dalam sistem pendidikan, tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.

“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Adnyana.

Baca juga:  Jumlah Harian Kasus COVID-19 Bali Turun di Bawah 100 Orang, Sayang Kabar Duka Masih Dilaporkan

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, mengibaratkan keberagaman Indonesia seperti lukisan indah yang tersusun dari bermacam warna. Ia mengapresiasi kehidupan masyarakat Gianyar yang selama ini dinilai sangat harmonis berkat sinergi para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi,” tegas Pasek Lanang Sadia.

Baca juga:  Cara Healing Tiap Zodiak, Dari Rebahan Sampai Petualangan

Selama lima hari pelaksanaan, peserta dibekali materi dari narasumber lintas sektor, meliputi FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, hingga psikolog. Topik pembahasan mencakup sejarah perkembangan agama di Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, pencegahan narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan toleransi. Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh siswa peserta untuk menjadi pelopor dan agen kerukunan di sekolah serta lingkungan tempat tinggal masing-masing.(Wirnaya/balipost)

BAGIKAN