
DENPASAR, BALIPOST.com – Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pemberdayaan Kader CERDIK (Cegah Risiko Diabetik) melalui Program DIAMOND Berbasis Multi-Intervensi Digital dan Usada Bali untuk Pencegahan Diabetes di Komunitas.”
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 dengan No Kontrak. 211/C3/DT.05.00/PM/2026.
Kegiatan dilaksanakan di Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak pencegahan diabetes melalui edukasi, pemanfaatan teknologi digital, dan penerapan kearifan lokal Usada Bali.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini, S.Kep., Ns., M.N.S., menjelaskan bahwa diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
“Program DIAMOND mengintegrasikan edukasi digital melalui Web DIAMOND Care.id dengan pelatihan berbasis praktik dan pemanfaatan usada Bali. Melalui pendekatan ini, kami berharap kader memiliki kompetensi untuk menjadi edukator kesehatan yang mampu mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan mencegah diabetes sejak dini,” ujarnya.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini, S.Kep., Ns., M.N.S. sebagai ketua, dengan anggota I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. dan Asthadi Mahendra Bhandesa, S.Pd.H., M.Pd.H. Program ini juga melibatkan mahasiswa Ni Putu Widya Candra Swari dan Yosiemita Rasyanda sebagai bagian dari implementasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama Bulan Juli 2026, diawali dengan koordinasi bersama Kelurahan Pedungan dan penyusunan Plan of Action (POA). Selanjutnya dilakukan pembentukan Kader CERDIK, sosialisasi Web DIAMOND Care.id, penyebaran media edukasi berbasis audio visual mengenai lima pilar pengelolaan diabetes, pengolahan makanan dan minuman berbasis Usada Bali.
Juga dilakukan pelatihan pembuatan yogurt dan kombucha, spa kaki diabetes, serta teknik akupresur. Seluruh peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah mengikuti program.
Dalam proses pembentukan organisasi kader, Ni Luh Dik Mulliyati dipercaya dan terpilih sebagai Ketua Kader CERDIK Banjar Kepisah. Diharapkan kepemimpinan kader dapat memperkuat keberlanjutan program melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kesehatan secara rutin di lingkungan masyarakat.
Lurah Pedungan, I Kadek Ermanto, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pengabdian tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada ITEKES Bali dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas pelaksanaan Program DIAMOND di Kelurahan Pedungan. Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan. Kami berharap Kader CERDIK dapat menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan diabetes, penerapan pola hidup sehat, serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan. Para kader aktif mengikuti diskusi, praktik keterampilan, dan memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran.
Pendekatan yang menggabungkan teknologi digital dengan kearifan lokal menjadi inovasi yang memperkuat penerimaan program di masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan upaya promotif dan preventif. (Adv/balipost)




