Gubernur Bali, Wayan Koster melayani swa foto para pengunjung yang menikmati Jenar Kopi gratis ditraktir Gubernur Koster, Sabtu (1/8). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peringatan Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut Dresta Bali kembali diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat. Gubernur Bali, Wayan Koster mentraktir kopi bagi anak muda dan masyarakat umum di Jenar Kopi Kaliasem, kawasan Titik Nol Kota Denpasar, Sabtu (1/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Tumpek Krulut yang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali melalui puluhan UMKM kuliner dan kedai kopi lokal. Selain mendukung pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemimpin daerah dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Gubernur Koster tiba di Jenar Kopi Kaliasem pukul 13.30 WITA. Kehadirannya langsung disambut antusias pengunjung yang sebagian besar merupakan anak muda.

Mereka telah mengantre sejak pagi untuk menikmati kopi gratis sekaligus bertemu langsung dengan orang nomor satu di Bali tersebut. Koster menyapa dan menyalami pengunjung satu per satu serta melayani permintaan swafoto. Antrean panjang masih terlihat hingga dirinya tiba di lokasi.

Gubernur Koster menjelaskan, program traktir kopi yang semula hanya dilaksanakan di beberapa lokasi kini diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Bali. Penambahan lokasi dilakukan atas usulan para kepala daerah agar masyarakat di masing-masing wilayah dapat ikut merasakan manfaatnya.

Baca juga:  Di Denpasar, Semua Parpol Perlu Perbaikan Berkas

“Awalnya hanya di beberapa tempat, kemudian para bupati meminta agar kegiatan seperti ini juga ada di daerahnya. Sekarang dilaksanakan di semua kabupaten. Saya minta dipilih tempat yang menjadi pusat berkumpulnya anak-anak muda, seperti kedai kopi atau tempat yang banyak menjual kopi lokal. Lokasinya dipilih oleh masing-masing bupati,” ujarnya saat ditemui di Jenar Kopi.

Ia juga membuka peluang menambah jumlah UMKM yang dilibatkan pada peringatan Tumpek Krulut berikutnya setelah dilakukan evaluasi pelaksanaan tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Koster kembali mengingatkan makna filosofis Tumpek Krulut yang menjadi bagian dari warisan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Menurutnya, Tumpek Krulut merupakan implementasi Jana Kerthi, yakni memuliakan manusia sebagai bagian dari konsep Sad Kerthi.

“Kita harus bersyukur diwarisi kearifan lokal berupa Sad Kerthi. Ada Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Tumpek Krulut merupakan bagian dari Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Baca juga:  Dari Pengusaha Bali akan Ikuti PPKM Darurat hingga 3 Digit Tambahan Warga Terinfeksi COVID-19

Terkait anggaran kegiatan, Koster memastikan seluruh pelaksanaannya memiliki sumber pendanaan yang sesuai ketentuan.

“Yang penting semuanya ada sumbernya dan sesuai aturan,” katanya singkat saat menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan menyapa masyarakat melalui momentum Tumpek Krulut menjadi alternatif di tengah padatnya agenda pemerintahan yang membuatnya tidak memungkinkan berkeliling ke seluruh kabupaten/kota secara langsung.

“Pada intinya saya ingin menyapa masyarakat Bali di semua wilayah. Karena jadwal sangat padat, tidak mungkin hadir satu per satu ke semua kabupaten. Maka saya memilih cara seperti ini. Respons masyarakat ternyata sangat bagus,” ujarnya.

Menurut Koster, peringatan Tumpek Krulut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami makna hari suci tersebut sebagai Hari Kasih Sayang yang telah diwariskan leluhur sejak ratusan tahun lalu.

“Paling tidak sekarang masyarakat semakin mendapat pemahaman bahwa kita memiliki hari yang sangat mulia dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain menyediakan kopi dan kuliner gratis melalui UMKM lokal, rangkaian Tumpek Krulut tahun ini juga disertai pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Koster mengaku telah meninjau langsung pelaksanaannya dan menilai program tersebut berjalan baik.

Baca juga:  Tambahan Pasien Sembuh Dua Kali Lipat Kasus COVID-19 Baru

“Tadi saya cek juga pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis di Tabanan. Ada pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat dan layanan kesehatan lainnya. Walaupun persiapannya hanya beberapa hari, pelaksanaannya cukup bagus. Tahun depan akan dibuat lebih besar dan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai bentuk kasih sayang kepada diri sendiri melalui deteksi dini kondisi kesehatan.

“Menyayangi diri sendiri dan menyayangi sesama harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Koster juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tumpek Krulut sebagai refleksi untuk memperkuat nilai kemanusiaan serta menghindari tindakan kekerasan. Ia menyinggung kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan masyarakat Bali dan meminta kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau ada persoalan atau perbedaan, jangan sampai diselesaikan dengan pembunuhan atau main hakim sendiri. Itu tidak beradab dan tidak boleh terjadi lagi di Bali. Jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran bagi kita semua. Momentum Tumpek Krulut ini mengingatkan kita untuk semakin mengedepankan cinta kasih dan kemanusiaan,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN