Kepala BGN Nanik S Deyang (kiri), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (tengah), Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono (kanan) dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nanik S. Deyang mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan.

Hal ini dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Yuza, Rabu (22/7) dilansir dari Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan sejumlah fondasi reformasi.

Baca juga:  Reformasi OSS, Daerah Juga Harus Berbenah

Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.

Baca juga:  Banjir Terjang 18 Desa di Jembrana, Puluhan Lokasi Terdampak

Dalam keterangan terpisah di media sosialnya, Nanik S Deyang juga menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam unggahannya.

Baca juga:  Investasikan Rp4,8 Miliar, Perumda Panca Mahottama Ambil Alih Pemasangan Ratusan SR di Tanglad

Nanik menyebut bahwa terdapat potensi Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.

Dalam pernyataannya, Nanik juga mengatakan akan tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo yang terus berusaha memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. (kmb/balipost)

BAGIKAN