Petani sedang menanam bibit padi di lahan pertanian di wilayah Padang Sambian Kaja, Denpasar. Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat realisasi luas tanam padi pada 2025 mencapai 94,76 persen.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 18 Juli 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Baca juga:  "Krama" Bali Sibuk Ritual, Investor Sibuk Kejar Untung

Amerta Dewa
Baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci/ibadah, membuat lumbung maupun dapur.

Amerta Gati
Baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam.

Dewa Ngelayang
Baik untuk membuat bangunan suci, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kajeng Rendetan
Baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah.

Kala Caplokan
Baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing (kail), jala, jaring, bubu, bahan untuk umpan.

Baca juga:  Lelang Jabatan Kepala DLH Buleleng, Lima Pejabat Tes Wawancara

Kala Dangastra
Baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).

Kala Gotongan
Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Kala Siyung
Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Sudukan
Tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan.

Baca juga:  Gempa 6,4 SR Guncang Bali

Kala Tampak
Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Sarik Ketah
Baik untuk membuat tembok pagar.

Srigati
Baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung

Srigati Munggah
Baik untuk membibit/menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi li lumbung. Tidak baik meminjam sesuatu, menjual beli beras.

Subacara
Baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat.menunjuk petugas, mulai berlatih/belajar. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN