
JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata mendukung berbagai konser dan festival musik pada semester II 2026, yang juga menjadi bagian dari 139 event yang didukung Kementerian Pariwisata sepanjang tahun ini.
Menurut Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, sejumlah konser dan festival musik berskala internasional telah masuk dalam agenda semester II 2026. Di antaranya, konser grup K-pop BTS, Prambanan Jazz Festival, We The Fest (WTF), Djakarta Warehouse Project (DWP), konser The Weeknd, hingga festival musik metal Hammersonic.
Widiyanti menambahkan, masyarakat yang ingin menghadiri berbagai agenda pariwisata hingga akhir tahun dapat melihat daftar lengkapnya pada tab “Pengalaman” di situs www.indonesia.travel. Melalui laman tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai event beserta jadwal dan lokasinya sehingga dapat merencanakan perjalanan sejak jauh hari.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan calendar of events tersebut sebagai referensi event yang sesuai dengan minat. Luangkan waktu untuk menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di destinasi-destinasi di seluruh Indonesia,” pungkas dia.
Ia mengatakan penyelenggaraan ratusan agenda pariwisata sepanjang 2026 telah memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
Ia menjelaskan, berbagai event pariwisata yang digelar sejauh ini berhasil mendatangkan jutaan pengunjung, menggerakkan pelaku UMKM, hingga menciptakan perputaran ekonomi ratusan miliar rupiah. Hal tersebut, ujarnya, menunjukkan bahwa sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.
“Pariwisata memberikan dampak ekonomi nyata melalui berbagai event yang digelar dari Januari hingga bulan Juni 2026,” jelas Widiyanti, Rabu (15/7), dilansir dari Kantor Berita Antara.
Secara lebih rinci, ia mengelompokkan berbagai agenda pariwisata tersebut ke dalam dua kategori.
Kategori pertama adalah Karisma Event Nusantara (KEN), yakni kalender pariwisata nasional yang menampilkan 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia.
Hingga Juni, ia mengatakan bahwa sebanyak 39 event telah digelar, dengan 28 di antaranya telah selesai dikaji dampak ekonominya. Menurut analisis Kementerian Pariwisata, ke-28 event tersebut berhasil menarik 2,46 juta pengunjung dari dalam dan luar negeri, melibatkan lebih dari 7.200 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menyerap lebih dari 61.000 tenaga kerja, pekerja seni, dan anggota komunitas.
“Kemudian, event-event ini juga menghasilkan total perputaran ekonomi sebesar Rp196,97 miliar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan dampak ekonomi dari kategori kedua, yakni event yang didukung langsung oleh Kementerian Pariwisata yang berjumlah 139 event sepanjang 2026, terdiri atas 45 event nasional dan 94 event internasional.
Hingga akhir Juni, ia menyebut Kementerian Pariwisata telah menganalisis dampak ekonomi dari 25 event yang sudah digelar, yang terdiri atas delapan event nasional dan 17 event internasional.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ke-25 event tersebut berhasil menarik lebih dari 616.000 pengunjung, melibatkan 1.326 UMKM, serta lebih dari 18.000 pekerja seni dan anggota komunitas. Berdasarkan perhitungan ekonomi, seluruh event tersebut menghasilkan perputaran uang sebesar Rp661,15 miliar.
“Penyelenggaran event akan terus memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian nasional, dan dampaknya akan semakin besar melalui multiplier effect yang tercipta,” jelas dia. (kmb/balipost)










