Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung hingga kini masih memaksimalkan personelnya untuk mengatur lalu lintas di berbagai titik rawan kemacetan. Keterbatasan jumlah petugas di lapangan menjadi tantangan utama, terlebih Badung dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan mobilitas kendaraan yang sangat tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, mengungkapkan bahwa jumlah personel yang dimiliki saat ini belum ideal untuk menjangkau seluruh titik kepadatan. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan prioritas penempatan petugas. “Sebenarnya kami memiliki 300 personel hanya saja tidak semua di lapangan,” ujar Agung Rahmadi, Selasa (14/7).

Baca juga:  Hendak Melerai, Pengunjung Pantai Dikeroyok hingga Luka Robek

Ia menjelaskan, dari total personel yang ada, hanya sekitar 160 orang lebih yang aktif bertugas di lapangan. Personel tersebut tersebar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) wilayah Badung Selatan dan Badung Utara.

“Bergerak di lapangan adalah UPTD. Untuk di Badung selatan yang di lapangan ada sebanyak 90 personil. Sementara untuk UPTD Badung Utara sebanyak 70,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah tersebut masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan kompleksitas lalu lintas di Badung, khususnya di kawasan wisata yang padat aktivitas. Oleh karena itu, Dishub memilih fokus pada titik-titik yang dianggap paling rawan kemacetan. “Kalau kita lihat di lapangan itu masih kurang. Maka kita tugaskan pada yang kita anggap prioritas saja,” jelasnya.

Baca juga:  Hujan Deras Disertai Kabut, Penyeberangan Gilimanuk Ditutup 1,5 Jam

Ia juga menambahkan, pada momen hari raya besar atau event tertentu, kepadatan lalu lintas meningkat signifikan. Dalam kondisi tersebut, seluruh personel dikerahkan secara maksimal tanpa sistem shift untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. “Kita sangat butuh personel di lapangan. Semoga nanti dapat personel untuk di Dishub,” bebernya.

Untuk mengatasi permasalahan kemacetan, Dishub Badung terus mengoptimalkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, termasuk kawasan Badung Selatan dan Canggu. Upaya ini diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan efektivitas penempatan personel.

Baca juga:  Bali Classic Motor Show 2 Padukan Pameran Mobil Klasik dengan Pariwisata

“Jadi proses rekayasa lalu lintas, baik di Badung Selatan dan di Canggu masih dimaksimalkan semoga itu juga menjadi solusi terbaik,” imbuhnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN