Suasana kegiatan pelatihan di BLK Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sempat terimbas kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat pada 2025, UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabanan tahun ini kembali menggulirkan pelatihan berbasis kompetensi. Sedikitnya tiga paket pelatihan disiapkan untuk masyarakat dan direncanakan mulai berlangsung pada Agustus mendatang.

Kepala UPTD BLK Tabanan, AA Ayu Kesuma Yuliantari, Senin (13/7), mengatakan tiga pelatihan yang rencananya akan dibuka yakni pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian wanita dewasa, serta pengelola administrasi perkantoran. Masing-masing paket akan diikuti 16 peserta sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. “Untuk pendaftarannya bisa dicek di media sosial kami, sehingga para pelamar bisa mendapatkan informasi terkini,”ucapnya.

Baca juga:  Transformasi Struktur Liabilitas, Biaya Dana BRI Sentuh Titik Terendah

Menurutnya, pada 2025 sejumlah pelatihan berbasis kompetensi memang tidak dapat dilaksanakan akibat efisiensi anggaran. Kendati demikian, BLK Tabanan masih mendapat alokasi satu paket pelatihan yang bersumber dari APBN melalui skema Project Based Learning dengan 16 peserta serta satu paket pelatihan pembuatan roti dan kue yang didanai APBD dengan jumlah peserta yang sama.

Ia mengakui program pelatihan BLK tetap menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. Bahkan, menjelang dibukanya pelatihan tahun ini, banyak warga yang meminta informasi langsung ke BLK menanyakan jenis pelatihan yang akan dibuka beserta jadwal pendaftarannya. “Minat masyarakat sangat tinggi. Namun kuota peserta setiap paket terbatas, hanya 16 orang. Karena itu kami mengimbau masyarakat yang berminat agar aktif mencari informasi sehingga tidak terlambat mendaftar,” ujarnya.

Baca juga:  Dewan Minta Kejelasan BPJS Terkait PBI Yang Diputus

Kesuma menambahkan, pelatihan di BLK Tabanan tidak dipungut biaya sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi kerja. Selain memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, peserta juga diharapkan mampu membuka peluang usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

Pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan jadwal pasti pelaksanaan pelatihan. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN