
BANGLI, BALIPOST.com – Tim medis RSUD Bangli berhasil merawat bayi dengan berat badan lahir sangat rendah. Lahir dengan bobot hanya 700 gram, bayi asal Desa Abuan, Susut tersebut telah diperbolehkan pulang setelah mencapai berat 2,4 kilogram.
Peningkatan berat badan yang signifikan ini diraih setelah bayi itu menjalani perawatan intensif selama tiga setengah bulan di ruang NICU, terhitung sejak 18 Maret hingga 7 Juli 2026.
Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An mengatakan, perawatan bayi dengan berat badan lahir sangat rendah merupakan proses yang panjang, kompleks, dan penuh tantangan. Bayi membutuhkan pemantauan ketat, dukungan pernapasan, pengaturan suhu tubuh, pemenuhan nutrisi secara bertahap, pencegahan infeksi, serta evaluasi tumbuh kembang secara berkesinambungan.
“Keberhasilan perawatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara dokter spesialis anak, perawat NICU, tenaga kesehatan lainnya, manajemen rumah sakit, serta dukungan dan ketabahan keluarga,” kata Oka Darsana.
Pihaknya sangat mengapresiasi semangat kedua orang tua dan keluarga yang selama tiga setengah bulan tetap sabar, kuat, dan setia mendampingi proses perawatan sang buah hati. “Keteguhan keluarga menjadi bagian penting dari perjuangan bayi untuk terus bertahan, tumbuh, dan berkembang,” jelasnya.
Bagi RSUD Bangli hal ini menjadi pengingat bahwa pelayanan rumah sakit bukan hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab sosial. RSUD Bangli akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan neonatal, memperkuat sarana dan prasarana NICU, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta membangun sistem pelayanan yang aman, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Kami berharap kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan yang baik, semakin stabil, sehat, dan kuat. Setelah nantinya diperbolehkan pulang, kami mengharapkan keluarga tetap mengikuti jadwal kontrol, memenuhi kebutuhan nutrisi, imunisasi, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang secara teratur sesuai arahan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Keberhasilan RSUD Bangli dalam menangani bayi dengan berat badan lahir sangat rendah tersebut mendapat perhatian Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Dia sempat memantau langsung kondisi bayi tersebut saat melakukan kontrol medis pertama pasca-perawatan pada Jumat (10/7).
Sedana Arta memberikan apresiasi kepada tim medis RSUD Bangli yang telah memberikan pelayanan dengan penuh ketelitian, profesionalisme, kesabaran, dan kasih sayang. Bupati juga mengapresiasi perkembangan layanan RSU Bangli salah satunya pelayanan ibu dan anak khususnya NICU. “Ini adalah layanan baru. Tidak mudah karena perlu alat dan SDM yang mumpuni dan khusus,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua bayi atas kesabaran dan keteguhan mereka selama mendampingi buah hati mereka berjuang di ruang perawatan intensif. (Dayu Swasrina/balipost)










