Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri acara peresmian Bendungan Sidan, Jumat (10/7). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima Provinsi, salah satunya Bendungan Sidan di Provinsi Bali. Bendungan ini terletak di 3 kabupaten, yaitu Badung, Gianyar, dan Bangli.

Peresmian bendungan ini disaksikan melalui virtual oleh Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Jumat (10/7) dari Kabupaten Badung, Bali. Dari Provinsi Bali, kehadiran Gubernur Bali, Wayan Koster dalam acara peresmian Bendungan Sidan didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Brigadir Jenderal TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali, I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, Dandim 1616/Gianyar, Kejari Gianyar, dan Kejari Bangli.

Baca juga:  Jawab Pandangan Fraksi Soal Ranperda Perubahan APBD 2025, Gubernur Koster Prioritas Kepentingan Publik

Selain Sidan, keempat bendungan lain yang diresmikan, yaitu Bendungan Meninting, Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, serta Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto hadir langsung di Bendungan Meninting, NTB dengan melakukan prosesi peresmian berupa penekanan sirine dan penandatanganan prasasti. Prabowo menyebut kelima bendungan ini memiliki total investasi negara yang mencapai Rp9,79 triliun.

Keberadaannya diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Kemudian, Prabowo juga memproyeksikan kelima bendungan ini mampu menghasilkan hingga 1 juta ton beras, serta membawa dampak masif bagi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, hingga swasembada energi hijau.

Baca juga:  Bali United Jamu Lawannya 29 Februari

Untuk diketahui, Bendungan Sidan terletak di daerah aliran Sungai Ayung, lokasi Tapak Bendungan dan Genangan berada di Desa Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, dan Desa Buntutin, Desa Mengani, Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Bendungan Sidan, tercatat memiliki nilai kontrak  Rp 1,8 triliun dengan Masa Konstruksi 2018-2024, kemudian memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik/s, dengan luas genangan 37,15 ha, tinggi bendungan yang mencapai 68 meter, dan tipe bendungan Zonal Inti Aspal.

Baca juga:  Diberi Waktu hingga 2 Tahun, Denpasar Jadi Salah Satu Daerah Prioritas PSEL

Manfaat Bendungan Sidan dapat menyalurkan air baku sebanyak 1,75 meter kubik per detil untuk wilayah Kota Denpasar 0,75 meter kubik per detik, Kabupaten Gianyar 0,3 meter kubik per detik, Kabupaten Tabanan 0,2 meter kubik per detik, dan Kabupaten Badung 0,5 meter kubik per detik.

Bendungan ini juga mampu melayani Layanan Irigasi seluas 9.598 Ha dengan Panjang Jaringan Irigasi mencapai 123,19 Km, serta mampu menjadi Reduksi Banjir yang mencapai 108 Ha, dan bermanfaat untuk energi 8,08 MW yang bersumber dari PLTA 0,65 MW dan PLTS Terapung 7,43 MW. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN