
DENPASAR, BALIPOST.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Provinsi Bali jalur domisili yang dibuka pada 3 Juli dan diumumkan Kamis (9/7) memperlihatkan disparitas keterisian antarsekolah.
Sejumlah SMA negeri di kawasan perkotaan mencatat keterisian 100 persen, sementara beberapa sekolah di wilayah tertentu masih menyisakan kuota sangat besar.
Berdasarkan rekapitulasi jalur domisili kependudukan Disdikpora Provinsi Bali, total daya tampung jalur domisili mencapai 8.218 kursi. Dari jumlah tersebut, 8.218 siswa dinyatakan lolos seleksi atau sekitar 93,06 persen dari total kuota setelah distribusi limpahan, sehingga masih terdapat 613 kursi yang belum terisi. Pengumuman hasil seleksi jalur domisili dilaksanakan pada 9 Juli 2026 setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai.
Pada kelompok sekolah dengan keterisian tertinggi, SMAN 1 Denpasar menjadi salah satu sekolah yang seluruh kuota domisilinya terisi. Sekolah ini memiliki daya tampung jalur domisili sebanyak 190 kursi dan seluruhnya terisi atau 100 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 4 Denpasar (182 dari 182 kursi), SMAN 5 Denpasar (196 dari 196 kursi), SMAN 7 Denpasar (189 dari 189 kursi), SMAN 1 Singaraja (158 dari 158 kursi), serta SMAN 1 Negara (130 dari 130 kursi).
Selain itu, SMAN 4 Singaraja mencatat tingkat keterisian 92,98 persen dengan 159 siswa diterima dari kuota 171 kursi. SMAN 8 Denpasar mencapai 90,96 persen atau 161 siswa dari 177 kursi, sedangkan SMAN 2 Abiansemal mencatat keterisian 89,43 persen dengan 203 siswa diterima dari kuota 227 kursi.
Di sisi lain, sejumlah sekolah masih memiliki tingkat keterisian yang sangat rendah. Posisi terendah ditempati SMAN 1 Marga di Kabupaten Tabanan yang belum memperoleh satu pun siswa melalui jalur domisili. Dari daya tampung 426 kursi, keterisiannya masih 0 persen sehingga seluruh kuota masih tersisa.
Sekolah lain dengan keterisian rendah antara lain SMAN Satu Atap Klumpu di Kabupaten Klungkung yang hanya menerima 0 siswa dari 46 kursi (0 persen), SMAN Satu Atap Nusa Penida menerima 3 siswa dari 164 kursi (1,83 persen), SMAN 2 Gerokgak menerima 5 siswa dari 187 kursi (2,67 persen), SMAN 1 Kerambitan menerima 16 siswa dari 401 kursi (3,99 persen), SMAN 3 Mengwi menerima 11 siswa dari 186 kursi (5,91 persen), dan SMAN 1 Sukasada menerima 29 siswa dari 380 kursi atau 7,63 persen.
Sementara itu, SMAN 1 Banjarangkan mencatat keterisian 13,66 persen, SMAN 3 Kuta Selatan 19,35 persen, dan SMAN Satu Atap Lembongan 48,98 persen.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., Jumat (10/7), menjelaskan bahwa data tersebut menunjukkan sebaran minat masyarakat yang masih terkonsentrasi pada sekolah-sekolah tertentu di kawasan perkotaan. Sementara sejumlah sekolah di wilayah tertentu masih memiliki daya tampung yang cukup besar.
Menurutnya, sisa kuota tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pemerataan akses pendidikan sekaligus optimalisasi distribusi peserta didik pada pelaksanaan SPMB berikutnya. (Ketut Winata/balipost)








