Disdikpora Bali saat menerima aduan dari masyarakat terkait SPMB tingkat SMA/SMK, di Kantor Disdikpora Bali, Rabu (8/7) lalu. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 untuk jenjang SMA/SMK Negeri Tahap II melalui jalur domisili resmi diumumkan, Kamis (9/7) sore. Data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menunjukkan minat masyarakat terhadap jalur domisili kependudukan sangat tinggi hingga melampaui kuota yang tersedia. Sementara kuota jalur domisili desa krama adat masih belum terisi secara optimal.

Berdasarkan data Disdikpora Bali, pada jenjang SMA Negeri, jalur domisili desa krama adat menyediakan kuota sebanyak 1.524 kursi. Namun, jumlah pendaftar yang mengisi kuota tersebut hanya 873 orang atau 57,28 persen.

Sementara itu, pada jalur domisili sekolah dengan perjanjian, tersedia 140 kuota dengan jumlah pendaftar 81 orang atau 57,86 persen dari total kuota.

Baca juga:  Polres Banyuwangi Lipat Gandakan Personel di Ketapang

Berbeda dengan dua jalur tersebut, jalur domisili kependudukan justru mengalami lonjakan peminat. Dari kuota 7.907 kursi, jumlah pendaftar mencapai 8.218 orang, atau 103,93 persen dari kuota yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan persaingan masuk SMA Negeri melalui jalur domisili kependudukan masih sangat ketat.

Situasi serupa juga terjadi pada jenjang SMK Negeri. Jalur domisili desa krama adat menyediakan 492 kuota, namun hanya diisi oleh 228 pendaftar atau 46,34 persen.

Sedangkan jalur domisili sekolah dengan perjanjian menyediakan 68 kuota, dengan jumlah pendaftar 50 orang atau 73,53 persen.

Baca juga:  Di Bali, 331 Narapidana Diusulkan Remisi Natal

Adapun jalur domisili kependudukan SMK mencatat tingkat persaingan paling tinggi. Dari kuota 1.375 kursi, jumlah pendaftar mencapai 3.177 orang atau setara 231,05 persen dari daya tampung yang tersedia.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., mengatakan proses pengumuman tahap II telah berlangsung sesuai jadwal dan seluruh hasil seleksi dapat diakses secara daring melalui sistem SPMB yang dikelola Disdikpora Bali.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat pada jalur domisili kependudukan menunjukkan masih besarnya minat calon murid untuk bersekolah di SMA maupun SMK Negeri, khususnya pada sekolah-sekolah di wilayah tertentu.

Baca juga:  Nasional Catat Tambahan Kasus COVID-19 di Bawah 2 Ribu Orang

Di sisi lain, masih belum optimalnya keterisian kuota pada jalur domisili desa krama adat maupun domisili sekolah dengan perjanjian menjadi bahan evaluasi agar sosialisasi terhadap jalur afirmatif tersebut dapat ditingkatkan pada pelaksanaan SPMB berikutnya.

Disdikpora Bali mengimbau seluruh calon murid yang dinyatakan lulus seleksi agar segera mengikuti tahapan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara bagi peserta yang belum berhasil lolos seleksi diharapkan tetap memantau informasi resmi dari Disdikpora Bali terkait tahapan lanjutan maupun mekanisme penerimaan yang masih tersedia. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN