kunjungan kerja Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ke Pelabuhan Celukan Bawang pada Kamis (9/7). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah mulai mengkaji pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, sebagai alternatif layanan penyeberangan mengurai kepadatan di lintas Ketapang–Gilimanuk saat periode libur panjang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelancaran arus kendaraan dan penumpang, terutama ketika terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ke Pelabuhan Celukan Bawang pada Kamis (9/7). Dalam kunjungan itu, Menteri Perhubungan didampingi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar, sejumlah Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan, Wakil Bupati Buleleng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, serta para pemangku kepentingan terkait.

Rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelabuhan, termasuk Dermaga Plengsengan dan Dermaga 3, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan guna mendukung layanan angkutan barang maupun penyeberangan.

Baca juga:  Berkurang, Jumlah PDP COVID-19 di RSUP Sanglah

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi potensi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai pelabuhan penyeberangan, khususnya saat terjadi lonjakan arus kendaraan pada masa libur nasional.

Menurutnya, pengalaman saat arus mudik Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi salah satu pertimbangan. Saat itu, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat mengular hingga sekitar 35 kilometer.

“Kunjungan kami ke Pelabuhan Celukan Bawang untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan. Pada periode libur, khususnya saat Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai sekitar 35 kilometer. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah sehingga kami mengkaji Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurai kepadatan, baik dari sisi Ketapang maupun Gilimanuk,” ujarnya.

Baca juga:  Seru dan Unik! Jalan Sehat Bali Post Goes to School di SMPN 4 Denpasar

Dudy menilai Pelabuhan Celukan Bawang memiliki karakteristik yang mendukung pengoperasian kapal roll on-roll off (Ro-Ro). Selain itu, pelabuhan ini juga memiliki lahan yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai buffer zone atau area penyangga kendaraan sebelum memasuki kapal.

“Pelabuhan ini memiliki karakteristik yang dapat mendukung pengembangan layanan Ro-Ro. Selain itu, tersedianya lahan parkir juga dapat dimanfaatkan sebagai buffer zone, sehingga kendaraan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum masuk ke kapal. Dengan pengelolaan seperti ini, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih tertata dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Baca juga:  Dinas Koperindag Sidak Pedagang Luar Jembrana Karena Ini

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menegaskan kesiapan Pelindo mendukung pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sesuai kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan, pelabuhan tersebut pada awalnya dibangun untuk mendukung sektor energi. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi laut, Pelindo siap mengoptimalkan fungsi pelabuhan agar dapat melayani angkutan barang maupun penyeberangan.

“Pelabuhan Celukan Bawang pada awalnya dipersiapkan untuk mendukung sektor energi. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan transportasi serta adanya permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan, Pelindo siap mengoptimalkan pelabuhan ini untuk mendukung pelayanan publik, baik angkutan barang maupun penyeberangan,” jelasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN