Dinas Pertanian Kota Denpasar melaksanakan panen jagung manis varietas Golden Boy di lahan bera seluas 20 are di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (2/7). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lahan bera seluas 20 are di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan dimanfaatkan untuk menanam jagung manis varietas Golden Boy. Pemanfaatan lahan di sela-sela jeda penanaman tanaman utama ini mampu menghasilkan 3,21 ton jagung atau setara dengan produktivitas 16,02 ton per hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kota Denpasar, IGAN Anggreni Suwari pada sela-sela panen yang berlangsung Kamis (2/7) mengatakan, dari 1 hektare lahan yang dimanfaatkan di subak tersebut, dilakukan penanaman jagung manis varietas Golden Boy seluas 20 are pada tahap pertama.

Baca juga:  Sulap Sampah Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Seni

“Program pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat dilaksanakan pada areal seluas 1 hektare dengan sistem penanaman secara bertahap. Pola tanam ini diterapkan agar masa panen berlangsung berkesinambungan, sehingga pasokan jagung manis ke pasar tetap stabil dan tidak terjadi penumpukan hasil panen dalam satu waktu,” ujarnya.

Pada panen tahap ini, lahan seluas 20 are mampu menghasilkan sekitar 3,21 ton jagung manis atau setara dengan produktivitas 16,02 ton per hektare. Capaian tersebut, kata Suwari, menunjukkan bahwa lahan bera memiliki potensi yang sangat baik apabila dikelola dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan didukung sinergi antara petani, penyuluh, serta pemerintah.

Baca juga:  Amankan Nyepi-Idulfitri, Polri Kerahkan Ribuan Bhabinkamtibmas

Pemanfaatan lahan bera, kata dia, merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang sementara tidak ditanami agar tetap produktif. Selain meningkatkan nilai ekonomi lahan, program ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui program ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap semakin banyak lahan bera yang dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Denpasar.

Baca juga:  17 Orang Ditahan Terkait Kasus Penguasaan Lahan BMKG di Tangsel

“Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melahirkan inovasi pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN