Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan paparan saat Forum Sahabat Tunas di Badung, Bali, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tersebut diikuti 750 peserta termasuk guru baik secara langsung maupun daring untuk mencegah risiko bagi anak di ruang digital dan guru dituntut memberikan bimbingan terbaik kepada anak-anak dalam menghadapi perkembangan dunia digital. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Hafid mengingatkan para guru terkait tujuh risiko utama yang mengintai anak-anak di ruang digital.

Pesan itu disampaikan Meutya kepada lebih dari 900 guru yang menghadiri Forum Sahabat Tunas di Denpasar, Bali, Kamis (2/7).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Meutya mengatakan anak-anak saat ini menghadapi berbagai ancaman di dunia digital. Setidaknya ada tujuh risiko digital yang mengintai anak-anak, yakni kecanduan internet, kontak dengan orang asing, paparan konten tidak sesuai usia, eksploitasi komersial, kebocoran data pribadi, gangguan psikologis hingga gangguan fisik.

Baca juga:  Hari Ini, Jembrana Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19

“Kecanduan digital menjadi salah satu risiko terbesar karena dapat mengganggu fokus belajar dan memengaruhi perilaku anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan fitur komunikasi dengan orang tak dikenal di berbagai platform digital juga berpotensi memicu kejahatan terhadap anak, seperti perundungan, penipuan hingga radikalisasi.

Selain itu, anak-anak juga rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia, termasuk kekerasan dan pornografi yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan nilai-nilai kesantunan.

Baca juga:  Seorang Pemuda Ditangkap di Parkir Restoran Cepat Saji By-Pass Soekarno

Meutya menambahkan platform digital juga memanfaatkan data anak untuk kepentingan komersial.

Data mengenai minat dan kebiasaan anak dapat digunakan untuk menargetkan iklan dan mendorong perilaku konsumtif.

Karena itu, pemerintah mengajak para guru untuk ikut mengedukasi siswa mengenai bahaya dunia digital dan pentingnya menjaga data pribadi.

“Kami berharap para guru membantu anak-anak mengenali risiko-risiko ini dan membangun kebiasaan digital yang sehat,” kata Meutya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Menkomdigi Jadi Pembicara di World Public Relations Forum 2024 di Bali
BAGIKAN