
JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas Inggris difavoritkan melangkah mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Republik Demokratik Kongo pada laga 32 besar di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat, Rabu (1/7) pukul 23.00 WIB.
Berbekal kedalaman skuad, kualitas individu, serta dominasi statistik sepanjang fase grup, Three Lions diyakini mampu mengatasi perlawanan tim berjuluk The Leopards.
Dilansir dari Kantor Berita Antara, pasukan Thomas Tuchel datang dengan bekal pengalaman menghadapi tim yang mengandalkan pertahanan rapat. Setelah sempat frustrasi ditahan Ghana tanpa gol, Inggris berhasil menemukan formula untuk membongkar pertahanan lima bek ketika menundukkan Panama 2-0 pada laga terakhir Grup L.
Pengalaman tersebut diperkirakan menjadi modal penting saat menghadapi Kongo yang kemungkinan kembali menerapkan formasi 5-3-2, strategi yang sebelumnya cukup efektif saat menahan laju Portugal dan memberi perlawanan sengit kepada Kolombia.
Meski demikian, Kongo tidak hanya mengandalkan pertahanan. Tim asuhan Sebastien Desabre masih memiliki ancaman melalui duet penyerang Yoane Wissa dan Cedric Bakambu, yang mengandalkan kecepatan serangan balik untuk mengejutkan lawan.
Tuchel diperkirakan kembali melakukan sejumlah penyesuaian di lini serang. Perubahan komposisi pemain di belakang Harry Kane, seperti yang dilakukan saat menghadapi Panama, terbukti meningkatkan kreativitas dan daya gedor Inggris.
Dengan kondisi Declan Rice yang telah pulih, gelandang Arsenal itu diproyeksikan kembali berduet dengan Elliot Anderson, sementara Jude Bellingham berpeluang kembali dimainkan lebih dekat dengan Kane untuk menambah variasi serangan.
Kedalaman skuad menjadi salah satu senjata utama Inggris. Rotasi pemain yang dilakukan Tuchel sejauh ini tidak mengurangi kualitas permainan, bahkan membuat serangan Three Lions semakin berbahaya.
Jika melihat data sepanjang fase grup, Inggris tampil jauh lebih superior dibanding Kongo. Three Lions mencetak enam gol dari 58 peluang, dengan 46 di antaranya tercipta di dalam kotak penalti lawan. Sebaliknya, Kongo hanya membukukan empat gol dari 34 peluang.
Di lini belakang, Inggris juga tampil lebih solid. Jordan Pickford baru dua kali kebobolan dan sukses mencatat dua clean sheet, sedangkan Kongo selalu gagal menjaga gawangnya tetap steril dalam tiga pertandingan fase grup.
Penguasaan permainan juga menjadi keunggulan Inggris. Kreativitas pemain-pemain seperti Bellingham, Rice, Bukayo Saka, hingga Marcus Rashford membuat Three Lions mampu mengontrol tempo pertandingan sekaligus memaksa lawan lebih banyak bertahan.
Meski unggul di hampir seluruh aspek permainan, Inggris tetap harus waspada terhadap ancaman Wissa yang telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen. Kecepatan dan naluri gol penyerang tersebut, ditambah dukungan Bakambu, bisa menjadi senjata mematikan jika lini belakang Inggris lengah.
Selain itu, bek sayap Arthur Masuaku juga berpotensi menjadi pembeda berkat kemampuan mengirim umpan silang dan agresivitasnya dalam membantu serangan.
Namun secara keseluruhan, kualitas skuad, pengalaman di laga besar, serta dominasi statistik membuat Inggris berada di atas angin. Three Lions diprediksi mampu menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal dan mengamankan tiket ke babak 16 besar, di mana mereka berpeluang menghadapi pemenang duel Meksiko kontra Ekuador. (Suka Adnyana/balipost)










