Ilustrasi pertandingan penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 antara Aljazair melawan Austria yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (27/6) waktu setempat. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas Aljazair dan Austria akan menjalani laga penentuan yang sarat gengsi saat bentrok pada pertandingan terakhir Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (28/6) pagi WIB. Pertandingan ini menjadi penentu siapa yang berhak mendampingi Argentina melaju ke babak 32 besar.

Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk mengamankan posisi runner-up grup. Berdasarkan klasemen sementara, pemenang laga dipastikan lolos ke fase gugur di belakang Argentina.

Austria memiliki sedikit keuntungan. Hasil imbang sudah cukup menjaga peluang mereka lolos berkat keunggulan selisih gol. Sementara itu, Aljazair wajib mengincar kemenangan, meski hasil seri masih membuka peluang mereka melaju melalui jalur peringkat ketiga terbaik bersama tim-tim dari Grup D, E, I, dan L, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Piala Dunia 2026: Kalahkan Korea Selatan, Meksiko Kukuh di Puncak Grup A

Laga ini juga membangkitkan kenangan salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, saat Austria menang 2-0 atas Aljazair. Turnamen itu kemudian dikenang lewat skandal “Disgrace of Gijon”, ketika Jerman Barat dan Austria dituding bermain aman demi memastikan keduanya lolos, sekaligus menyingkirkan Aljazair.

Kontroversi tersebut menjadi titik balik dalam sejarah sepak bola dunia. Sejak saat itu, FIFA menetapkan seluruh pertandingan terakhir fase grup harus dimainkan secara bersamaan demi menjaga sportivitas kompetisi.

Baca juga:  Di Rakernas II ASITA, Menpar Ingatkan Travel Agent Terkait Digital Tourism

Menjelang laga krusial ini, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic berharap striker andalannya, Mohamed Amoura, bisa pulih tepat waktu setelah mengalami cedera. Di kubu Austria, Ralf Rangnick tetap percaya diri meski bek Stefan Posch masih dalam pemantauan usai mengalami cedera rahang pada pertandingan sebelumnya.

Kedua pelatih menegaskan timnya akan bermain untuk meraih kemenangan, sekaligus membantah spekulasi mengenai kemungkinan bermain aman demi menghindari calon lawan tertentu di babak gugur.

Secara historis, Austria memiliki catatan lebih mentereng dengan pencapaian terbaik finis di peringkat ketiga Piala Dunia 1954. Sementara Aljazair pernah mencatat sejarah dengan menembus babak 16 besar pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Baca juga:  Selama Larangan Mudik, KAI Layani 5.403 Penumpang Dengan Kepentingan Mendesak

Dengan tiket fase gugur menjadi taruhan, pertandingan diprediksi berlangsung sengit dan terbuka. Austria sedikit lebih diunggulkan berkat organisasi permainan yang rapi dan disiplin, namun Aljazair memiliki kecepatan serangan balik yang bisa menjadi senjata mematikan untuk menggagalkan ambisi wakil Eropa tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

Perkiraan susunan pemain:

Aljazair: Luca Zidane (kiper), Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, Mohamed Amine Tougai, Zineddine Belaid, Houssem Aouar, Fares Chaibi, Rahim Zerrouki, Hicham Boudaoui, Riyad Mahrez, Mohamed Amoura.

Austria: Patrick Pentz (kiper), Stefan Posch, David Alaba, Kevin Danso, Philipp Lienhart, Nicolas Seiwald, Konrad Laimer, Florian Grillitsch, Marcel Sabitzer, Michael Gregoritsch, Marko Arnautovic.

BAGIKAN