Suasana di penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Antrean kendaraan yang terjadi di pelabuhan pada akhir pekan dipengaruhi kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang kurang bersahabat. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa selama masa libur sekolah.

Kondisi ini, menurut ASDP tak hanya di Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Gilimanuk juga mengalaminya.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan, sejak Sabtu (21/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB, arus laut yang kuat disertai angin kencang menyebabkan proses bongkar muat kapal harus disesuaikan demi menjamin keselamatan pelayaran. “Penyesuaian operasional dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan selama penyeberangan di Selat Bali,” ujarnya, Senin (22/6).

Baca juga:  Sedang Atur Kendaraan Kapal, Petugas Terlindas Bus Pariwisata

Di sisi lain, terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada Minggu (21/6), seiring dimulainya masa libur sekolah. Jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat mencapai 9.571 unit atau naik sekitar 23 persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 7.769 unit.

Kenaikan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang meningkat sekitar 30 persen. Dari sebelumnya sebanyak 1.681 unit, jumlahnya bertambah menjadi 2.188 unit.

Baca juga:  Narapidana Divonis Lima Tahun Penjara

ASDP bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) melakukan koordinasi untuk mempercepat pelayanan di lapangan. Sebagai upaya mengurai kepadatan, ASDP menambah satu armada bantuan jenis landing craft mechanized (LCM) dengan pola operasi penuh tiba-bongkar-berangkat (TBB).

Selain itu, KMP Pratitha dioperasikan melalui dermaga ponton untuk membantu memperlancar penyeberangan kendaraan roda dua. Dari pantauan di Gilimanuk, sempat terjadi antrean hingga keluar dari areal parkir Pelabuhan Gilimanuk terutama pada malam hingga pagi hari.

Baca juga:  Desa Adat Denpasar Bangun Tempat Pengabenan

ASDP juga mengimbau masyarakat agar mengikuti petunjuk petugas selama berada di kawasan pelabuhan serta memantau informasi resmi yang disampaikan. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa dan memastikan pelayanan penyeberangan tetap diupayakan berjalan aman. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN