
JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang mengangkat kawasan strategis Buleleng–Jembrana–Banyuwangi atau Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi (3B).
“Kami berharap forum ini menjadi wadah lahirnya transaksi bisnis dan kemitraan antara penjual dan penyusun paket wisata sehingga tercipta produk-produk wisata yang menarik dan siap menyambut momentum libur sekolah pada Juni–Juli,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Sabtu (20/6).
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Ayu menjelaskan Forum Table Top BBWI 3B merupakan salah satu strategi untuk menjawab tantangan utama pariwisata Bali, yakni tingginya konsentrasi kunjungan wisatawan di kawasan Bali Selatan.
Melalui kegiatan ini, arus kunjungan diharapkan dapat tersebar lebih merata sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di Buleleng, Jembrana, maupun Banyuwangi.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Bali hingga kini tetap menjadi destinasi utama atau top of mind bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, sepanjang Januari–April 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan, meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan Bali sebagai pintu masuk utama.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara juga terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal I–II 2026 tercatat sebanyak 417,06 juta perjalanan wisatawan nusantara atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah yang memiliki potensi besar namun belum berkembang secara optimal, seperti Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi.
Forum yang diselenggarakan pada Rabu (10/6) di Bali itu mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari kawasan 3B dengan agen perjalanan dan penyelenggara perjalanan wisata.
Melalui format table top kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan potensi destinasi dan industri pariwisata di ketiga wilayah tersebut, memperluas jejaring bisnis, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku usaha pariwisata terkurasi yang mewakili sektor akomodasi, jasa pariwisata, dan desa wisata unggulan.
“Kami secara khusus mengundang para buyers yang memiliki reputasi tinggi, baik dari sisi kualitas layanan maupun tingkat kepercayaan masyarakat, untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata kawasan 3B. Sinergi ini diharapkan melahirkan produk dan paket wisata yang berkualitas, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan wisatawan saat ini,” kata Erwita.
Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Buleleng–Jembrana–Banyuwangi juga menjadi bagian dari implementasi strategi kampanye Bangga Berwisata di Indonesia dalam rangka meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara serta mendukung pencapaian target 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026.
Secara khusus, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan perjalanan wisata pada periode libur sekolah melalui promosi berbagai produk dan paket wisata alternatif yang berkualitas.
Upaya tersebut sekaligus menjadi solusi dalam mendistribusikan kunjungan wisatawan sehingga tidak terpusat di kawasan Bali Selatan.
“Potensi transaksi yang dihasilkan dari kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp3,67 miliar dengan potensi pemesanan produk, paket wisata, dan akomodasi sebanyak 6.830 orang,” katanya. (kmb/balipost)

