Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menyampaikan sambuatan dalam salah satu kegiatan belum lama ini. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kabupaten Jembrana tahun ini menghadapi persoalan kurangnya tenaga guru baik di jenjang SD hingga SMP. Rasio jumlah murid di tiap kelas dengan jumlah guru masih tergolong kurang.

Dari penyisiran yang dilakukan, jumlah kekurangan sekitar 252 guru yang sebagian besar sudah pensiun sejak dua tahun ini. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah lagi di tahun ini dengan sejumlah guru yang juga memasuki masa pensiun.

Baca juga:  Sekolah Ini Raih Hasil Terbaik UN di Bali

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengatakan persoalan kurangnya guru ini merupakan yang menjadi atensi pemerintah daerah. Salah satu upaya dengan meregrouping sejumlah sekolah terutama SD Negeri meskipun sempat menimbulkan pro kontra.

Namun, tujuannya adalah memaksimalkan tenaga didik pada sekolah yang minim murid dengan sekolah di dekatnya. Kebijakan ini sudah diberlakukan di beberapa SD yang lokasinya saling berdekatan.

Selain itu, Pemkab Jembrana secara intensif mendorong dibukanya sekolah baru seperti program Sekolah Rakyat (SR) dari Kementerian Sosial dan Sekolah Hindu (widyalaya) Kementerian Agama di Kecamatan Mendoyo untuk menambah guru.

Baca juga:  Satu satunya di Bali, Jembrana Miliki Sentra Tenun Tradisional

“Untuk SR kita usulkan di Kecamatan Melaya, di sekitar Persil. Kita sudah intens agar sekolah tersebut dapat dibangun di Jembrana,” ujar Bupati Kembang Hartawan, awal pekan lalu.

Lahan sudah ada lebih dari 3 hektare dan dapat dikembangkan lagi.  Sedangkan untuk sekolah Hindu, Pemkab sudah menyerahkan hibah lahan bekas SD Negeri 3 Penyaringan.

Selain itu, untuk solusi kekurangan jumlah guru, Pemkab juga masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat apakah akan ada perekrutan guru di tahun mendatang ini.

Baca juga:  Tahun Ini, Wabup Kembang Pastikan Perbaikan Jalan Desa Dilakukan

Tahun ini menurut Bupati Kembang, guru yang pensiun akan bertambah sekitar 58 orang. Sehingga jumlah kekurangan guru di Jembrana untuk SD dan SMP mencapai 300 lebih. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN