Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei. (BP/Antara)

MOSKOW, BALIPOST.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei memastikan poin-poin utama naskah nota kesepahaman dengan Amerika Serikat telah disepakati.

Sebelumnya, Kamis (11/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan poin-poin akhir perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, dan kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

“Secara substansi, teks perjanjian tersebut hampir selesai disusun pada bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang kontradiktif selalu menimbulkan gejolak dan gangguan dalam proses ini,” kata Baghaei dilansir dari Kantor Berita Antara, Jumat (12/6).

Baca juga:  Bupati Artha Bersama Kajari Jembrana Tandatangani Nota Kesepahaman

Pihak Iran disebut telah menyetujui perjanjian tersebut di tingkat tinggi dan kini sedang menunggu persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump batal menyerang Iran pada Kamis malam (11/6) setelah diyakinkan para pejabat senior Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan dalam sebuah pembicaraan bahwa kesepakatan dengan Iran hampir final.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan sangat keras pada Kamis malam. Namun, kemudian Trump mengumumkan serangan udara tersebut telah dibatalkan.

Baca juga:  Terlibat 5 Kg Ganja, Diganjar 10 Tahun Penjara

Tak lama setelah Trump mengumumkan akan menyerang Iran, para pemimpin dari negara-negara Teluk dan Asia Selatan menghubunginya tanpa basa basi agar Trump segera mengubah keputusannya.

Para pemimpin yang meyakinkan Trump itu ialah Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dan Kepala Staf Angkatan Darat dan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir.

Masalah utama yang belum terselesaikan saat ini ialah pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS, kata sumber-sumber tersebut.

Baca juga:  Garuda-Aerojasa Kargo Sepakati Perluasan Layanan

Pembicaraan damai antara AS dan Iran juga membahas soal pemberian akses terhadap Iran atas dana senilai lebih dari 16 miliar dolar AS (sekitar Rp286 triliun) yang disimpan di Qatar dan lokasi lain.

Trump mengatakan bahwa, menurut pemahamannya, pimpinan Iran telah menyetujui penandatanganan perjanjian dengan AS, sambil menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini di Eropa. (kmb/balipost)

BAGIKAN