Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore (11/6) melemah seiring investor melakukan aksi profit taking (ambil untung) dipicu kekhawatiran meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 16,35 poin atau 0,28 persen ke posisi 5.886,03. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,64 poin atau 0,45 persen ke posisi 586,84.

“IHSG ditutup melemah di tengah profit taking dan sentimen eksternal,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Investor mengurangi eksposur ke aset berisiko (risk off) seiring koreksi tajam indeks di Wall Street, Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak, pelemahan harga emas, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baca juga:  Penyidik Polri Lakukan Pemeriksaan Tambahan Terkait Tragedi Kanjuruhan

Selain itu, investor melakukan aksi profit taking (ambil untung), setelah IHSG mengalami penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut pada Selasa (9/6) dan Rabu (10/6).

Perdagangan sesi II pada Kamis (11/06), pelemahan IHSG berkurang setelah dilaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan serangan terhadap Iran dan terjadi pelemahan pada harga minyak dunia.

Selain itu, katalis positif juga berasal dari rencana pemerintah yang akan melakukan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sehingga, diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5900-5950 (besok),” ujar Ratna.

Untuk pekan depan, ​​​pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga acuan The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 Juni 2026. Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman MSCI Accessibility Review pada 18 Juni, dan keputusan BI Rate dalam RDG BI pada 18–19 Juni.

Baca juga:  BPOM Lacak Obat Sirup Mengandung Pholcodine di Indonesia

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 0,74 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor kesehatan yang naik masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,56 persen.

Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 4,27 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 2,01 persen dan 1,43 persen.

Baca juga:  Menteri Susi Dorong Generasi Muda Menjadi Pelaut 

 

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOPI, UVCR, OILS, TMPO, dan RISE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TRUE, HRTA, TRIN, SAPX, dan BMSR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.375.140 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,50 miliar lembar saham senilai Rp22,25 triliun. Sebanyak 265 saham naik, 419 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 71,73 poin atau 0,11 persen ke 64.251,00, indeks Shanghai melemah 6,21 atau 0,16 persen ke 3.987,01, indeks Hang Seng melemah 158,67 poin atau 0,65 persen ke 24.249,29, dan indeks Strait Times menguat 35,63 poin atau 0,72 persen ke 4.994,48.

BAGIKAN