Siswa kejuruan sedang praktik pembuatan kue. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keberhasilan sebuah sekolah kejuruan tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak lulusannya yang langsung bekerja. Melainkan bagaimana alumni tersebut mampu terus mengembangkan diri di era kompetitif saat ini. Demikian disampaikan praktisi pendidikan, I Putu Gede Panca Wasidipa.

Panca yang merupakan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Pariwisata (YPP) Bali Dwipa mengatakan SMK Pariwisata Dalung (Prada) yang merupakan satuan pendidikan yang ada di bawah naungan YPP Bali Dwipa misalnya, menunjukkan tren positif dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Banyak yang memilih skema dual-track (kuliah sambil kerja).

Data Tracer Study Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), ungkapnya, memperlihatkan alumni sekolah ini melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sembari tetap aktif bekerja di dunia kerja.

Baca juga:  Bangkitkan Pariwisata, Bali Gelar Skydiving Bertaraf Internasional

Langkah adaptif para alumni ini menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam membentuk mentalitas pembelajaran sepanjang hayat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Ia menjelaskan data pelacakan alumni SMK Prada dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi telah menjadi komitmen besar bagi alumni.

Pada Angkatan 2022, angka melanjutkan studi berada di persentase 58,7 persen. Angka ini kemudian mengalami lompatan yang sangat signifikan pada Angkatan 2024, di mana 68,0% atau mayoritas mutlak lulusan berhasil melangkah ke bangku perkuliahan.

Ia menjelaskan, diantara gelombang alumni yang menempuh pendidikan tinggi tersebut, tren untuk kuliah sembari bekerja tumbuh menjadi sebuah gerakan kemandirian yang sangat positif di SMK Prada.

Baca juga:  Asrama Sudirman Kebakaran 

“Pada Angkatan 2022, tercatat sebanyak 32,4 persen mahasiswa dari alumni sekolah ini yang sukses memadukan aktivitas kuliah dengan bekerja. Puncaknya terjadi pada Angkatan 2023, di mana persentase alumni yang memilih skema dual-track ini melonjak tajam hingga mencapai 58,1 persen,” urainya, Senin (8/6).

Panca mengatakan fakta dan data ini artinya, lebih dari separuh alumni angkatan 2023 yang berkuliah, dan mampu membiayai pendidikan mereka secara mandiri. Tak hanya itu, mereka mengaplikasikan ilmu teori SMK/kampus langsung ke industri, sekaligus mematangkan pengalaman kerja mereka sejak usia muda.

“Pada Angkatan 2024, ceruk alumni yang memilih kuliah sambil bekerja dan kuliah sambil berwirausaha tetap eksis sebagai bagian dari portofolio lulusan yang produktif,” tambahnya.

Baca juga:  Kembali, Sejumlah Warga Denpasar Jadi Korban Jiwa COVID-19

Panca menambahkan, pihak yayasan juga tetap berkomitmen membimbing dan memberikan kesempatan terbaik agar alumni SMK Prada bisa memiliki kompetensi kuat saat terjun ke dunia kerja. Yayasan Pendidikan Pariwisata Bali Dwipa juga sudah menyiapkan Jaya Wisata International Hotel School (JWIHS) untuk melanjutkan studi kuliah, dan juga kuliah sambil kerja.

Ia juga menyebutkan bahwa ada peluang magang dan kerja tidak hanya terbatas di pasar domestik, melainkan terbuka lebar hingga ke jaringan cruise line (kapal pesiar) serta hotel-hotel mewah di Amerika dan Eropa. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN