
SURABAYA, BALIPOST.com – Dua sineas muda berbakat asal Bali, Putu Rheina Vhijayanti (Sutradara) dan Putu Ayu Kanaya Chanda Maheswari (Asisten Sutradara), sukses memimpin produksi film pendek ambisius berjudul “After The Amen”. Film karya mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya ini dijadwalkan siap tayang pada akhir Mei 2026.
Diproduksi di bawah naungan Credo Films, proyek ini merupakan tugas akhir kelompok untuk mata kuliah Film Production. Kehadiran Rheina dan Kanaya di kursi penyutradaraan membawa perspektif segar dalam lanskap sinema mahasiswa di Surabaya, membuktikan bahwa batasan geografis bukan halangan untuk melahirkan karya yang berani dan mendalam di perantauan.
“After The Amen” hadir dengan genre drama religius dan psikologis. Film ini menelusuri batas tipis antara pengabdian iman dan kerapuhan manusia yang terjebak dalam pengkhianatan terhadap kepercayaan, sebuah isu sensitif yang dikemas lewat pendekatan sinematik kontras dengan penekanan pada ketegangan moral.
Cerita ini mengikuti kisah Daniel, seorang pendeta muda karismatik yang tengah berada di puncak reputasinya. Di balik khotbahnya tentang kasih dan pengampunan, tersimpan keinginan besar untuk mempertahankan citra kesucian yang telah ia bangun. Konflik batin Daniel mulai memuncak saat ia bertemu Mariela, seorang jemaat baru yang membangkitkan sisi gelap yang selama ini ia pendam di balik ruang tamu pribadinya yang senyap.
“Proses produksi telah melalui tahapan brainstorming, penyusunan naskah, reading dan practice talent, hingga syuting dan pascaproduksi yang berlangsung pada akhir April hingga Mei,” ujar Gwyneth Stephanie, Produser Credo Films.
Produksi sendiri sudah dicicil sejak pertengahan Februari 2026 demi menghasilkan visual dan penyampaian pesan yang matang di bawah arahan duo sineas asal Bali tersebut.
Credo Films adalah production house mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya yang berangkat dari keyakinan bahwa setiap cerita layak untuk diceritakan dengan tujuan yang bermakna. “Credo” diambil dari bahasa Latin yang berarti “I Believe”, mencerminkan komitmen untuk memproduksi film pendek dengan visual yang memikat dan membawa pesan mendalam. (Adv/balipost)

