Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (20/5) ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore (5/6) ditutup melemah. Penurunan sebesar 4 persen terbebani oleh pelemahan semua atau sebelas sektor saham.

IHSG ditutup melemah 245,01 poin atau 4,20 persen ke posisi 5.594,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 23,17 poin atau 3,99 persen ke posisi 557,75.

“Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh pasar, kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dari dalam negeri, Ratna mengatakan beberapa kebijakan pemerintah yang direspons oleh pasar yaitu revisi UU P2SK, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.

Baca juga:  Pemkab Jembrana Mulai Lakukan OP Beras

Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun (0,7 persen dari PDB), dari sebelumnya defisit Rp20,9 triliun (0,09 persen dari PDB) pada periode sama tahun 2025.

Meskipun demikian, defisit tersebut masih di bawah target defisit tahun 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun (2,68 persen dari PDB).

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup berada di level Rp18,049 per dolar AS.

Ratna mengatakan, pelemahan kurs rupiah memicu spekulasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Darurat dari RDG yang terjadwal pada 17-18 Juni 2026.

Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa bulan Mei 2026 pada Senin (8/6), consumer confidence Mei 2026 pada Rabu (10/6) dan retail sales April 2026 pada Kamis(11/6).

Baca juga:  Sambut Asian Games, AP II Siapkan In-kind Support Rp 160 Miliar

“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5,500 pada pekan depan,” ujar Ratna.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 5,75 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 5,64 persen dan 5,37 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MUTU, MMIX, CBPE, LFLO, dan BTON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni WIFI, ARKO, RSGK, APIC, dan RMKE.

Baca juga:  Ada Risiko Besar Jika Bank Tidak Dijaga

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.194.595 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,04 miliar lembar saham senilai Rp31,73 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 626 saham menurun, dan 81 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 852,69 poin atau 1,26 persen ke 66.618,00, indeks Shanghai melemah 30,04 atau 0,74 persen ke 4.027,74, indeks Hang Seng melemah 291,45 poin atau 1,15 persen ke 24.961,95, dan indeks Strait Times melemah 23,81 poin atau 0,46 persen ke 5.044,29. (kmb/balipost)

BAGIKAN