Tari joged bungbung kolosal yang dibawakan seratusan penari di sepanjang jalan Penglipuran memeriahkan pembukaan Penglipuran Village Festival, Kamis (4/7/2024). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Wisata Penglipuran siap menggelar Penglipuran Festival pada 9-11 Juli 2026. Mengusung tema “Harmoni Bumi Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif”, event tahunan ini menargetkan kunjungan hingga 4.000 wisatawan per hari.

Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan dua poin utama, yakni inklusif dan regeneratif, menjadi arah baru kepariwisataan yang ingin dicapai Penglipuran ke depan.

“Inklusif ini kita Penglipuran ingin memberikan ruang untuk semua wisatawan dan masyarakat Penglipuran untuk terlibat dalam kegiatan kepariwisataan. Sementara regeneratif artinya wisatawan yang nanti berkunjung ke Penglipuran tidak hanya menikmati tata ruang desa, keindahan alam kami, tetapi juga mereka ingin kami ajak lebih bertanggung jawab untuk menjaga tradisi, budaya lingkungan dan alam Penglipuran,” ujar Sumiarsa, Jumat (5/6).

Baca juga:  Rakor 5 Destinasi Prioritas, Wagub Cok Ace Tekankan Fokus Bangun Pariwisata Berkualitas

Tema tersebut nantinya diimplementasikan melalui sejumlah kegiatan, diantaranya pementasan budaya, workshop lingkungan, serta kolaborasi dengan desa sekitar dalam lomba gebogan dan penjor organik. Tarian kolosal di jalan desa juga akan dipentaskan saat pembukaan festival nanti.

Sumiarsa mengatakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lokasi pembukaan festival kali ini akan mengambil tempat di areal Tugu Pahlawan. “Undangan tetap turun di desa, nanti ketika acara akan dimulai kita akan arahkan menuju tugu pahlawan,” jelasnya.

Baca juga:  Festival BMW 2017 di Biak Bikin Penasaran Aja

Pemilihan bulan Juli sebagai waktu pelaksanaan festival sengaja dilakukan karena bertepatan dengan momentum libur sekolah dan high season Penglipuran. Dengan festival ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru bagi pengunjung. Event ini juga dirancang berkelanjutan dan akan digelar berkala setiap tiga bulan sekali.

Lewat festival ini, Desa Wisata Penglipuran membidik kenaikan angka kunjungan secara signifikan dari rata-rata harian.”Target kami 3.000 sampai 4.000 pengunjung per hari, naik dari kunjungan reguler yang biasanya di angka 2.000 orang per hari,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Kedatangan Internasional, Wisman dari Tiga Negara Ini Alami Pertumbuhan Tertinggi
BAGIKAN