
NEGARA, BALIPOST.com – Seorang pelajar SMP asal Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo Jembrana, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan DAM Banjar Rangdu, desa Pohsanten, Rabu (3/6) sore.
Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian oleh tim SAR bersama warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui pergi bersama beberapa teman sebaya menggunakan sepeda menuju kawasan bendung atau DAM Pohsanten. Namun, saat berada di lokasi, korban diduga tenggelam hingga memicu kepanikan teman-temannya.
Menerima laporan tersebut, tim SAR bersama unsur terkait dan masyarakat langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam dengan menyisir area bendung dan aliran sungai di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita. Kemudian dievakuasi ke pelayanan kesehatan.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan mengatakan korban merupakan siswa SMP kelas VIII. Korban yang diketahui bernama I Made Negara bersama temannya mandi di bendungan irigasi. Sebelumnya mereka naik sepeda gayung dari asrama yayasan menuju bendungan sekitar 1,5 km. Kemudian korban melepas baju didekat pintu air dan menceburkan diri kedalam bendungan.
Saat itu temannya sempat melarang korban agar tidak menceburkan diri dengan kata-kata “Do mecebur ci, awak sing bise ngelangi.” Namun korban tetap terjun ke dalam air, saat didalam air korban meronta-ronta dan kemudian temannya ikut menceburkan diri kedalam air hendak menolong korban.
“Namun pegangan terlepas dan tenggelam kedalam air, kemudian menyampaikan ke warga terkait kejadian itu,” katanya.
Tim SAR Pos Jembrana, sekira pukul 15.30 wita tiba dilokasi dan langsung melakukan pencarian korban, berselang beberapa saat kemudian sekura pukul 16.10 wita korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSU Negara guna penanganan medis lebih lanjut. (Surya Dharma/balipost)










