
JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyebut Pancasila merupakan pedoman fundamental untuk mengatur seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk, dalam membangun cetak biru sistem ekonomi nasional.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” kata Presiden Prabowo saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila kompleks Kementerian Luar Negeri Jakarta, Senin (1/6).
Dilansir dari Kantor Berita Antara, Presiden menyatakan bahwa arti penting Pancasila pada era modern harus direfleksikan melalui kejujuran melihat realitas pertumbuhan ekonomi domestik selama beberapa dasawarsa terakhir yang dinilai belum merata dan belum dirasakan oleh seluruh rakyat secara adil.
Menurut Presiden, pemaknaan Pancasila di sektor ekonomi mencakup lima aspek utama, yakni religius, kemanusiaan, memperkuat persatuan nasional, egaliter atau kerakyatan, serta berkeadilan sosial.
Pada aspek ekonomi yang religius dan berkemanusiaan, Presiden menyebut kekayaan alam melimpah yang dimiliki Indonesia bukan sekadar komoditas komersial, melainkan sebuah amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat serta generasi masa depan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa cetak biru ekonomi Pancasila yang egaliter dan kerakyatan mengacu pada rancang bangun para pendiri bangsa yang tertuang secara jelas dalam Pasal 33 UUD 1945. Ia menyebut amanat Undang-Undang Dasar tersebut menuntut penguatan peran koperasi serta usaha kecil dan menengah demi mengangkat masyarakat dari kemiskinan.
“Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit, koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Kepala Negara.
Lebih lanjut, implementasi konkret dari ekonomi Pancasila diwujudkan melalui langkah transformasi strategis, antara lain memperkuat hilirisasi sumber daya alam, menentukan kebijakan ekspor satu pintu, memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor, serta menjalankan program makan bergizi gratis untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas.
Presiden Prabowo mengakui upaya transformasi menuju ekonomi yang berdasarkan Pancasila ini tidak mudah karena berpotensi menghadapi tantangan serta perlawanan dari kelompok-kelompok yang diuntungkan oleh praktik korupsi, penyelundupan, dan tindakan ilegal lainnya. Namun, Presiden menegaskan komitmennya untuk tetap mengambil keputusan yang benar demi membela kepentingan rakyat banyak.
“Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat,” ucap Presiden Prabowo.
Upacara Peringatan 81 tahun Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” ini dihadiri oleh Presiden RI Ke-5 sekaligus Dewan Pengawas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Ke-10 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-13 Ma’ruf Amin dan Wakil Presiden Ke-14 Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, upacara juga dihadiri sejumlah pejabat negara, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta pelajar. (kmb/balipost)










