
JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela harus dijalankan dengan sebaik-baiknya berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Sehingga, proyek tersebut dapat memberikan manfaat bagi investor sekaligus memenuhi tanggung jawab negara kepada rakyat.
“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya sebagai yang menerima mandat dari rakyat Indonesia, sekali lagi saya tegaskan, jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan,” kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7).
Presiden, dilansir dari Kantor Berita Antara, menyatakan proyek yang telah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade tersebut perlu dikelola secara baik agar seluruh pihak memperoleh keuntungan.
Pemerintah, kata Prabowo, menghargai mitra dari Jepang yakni INPEX Corporation yang terlibat dalam proyek tersebut dan menekankan pentingnya menciptakan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.
Menurutnya, para investor yang menanamkan modal dalam proyek LNG Abadi Masela juga harus memperoleh keuntungan. Pemerintah Indonesia menjunjung tinggi kehormatan sebagai mitra yang dapat memberikan kepastian dan kepuasan kepada para investor.
“Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,” ujar Prabowo.
Namun demikian, Presiden menegaskan pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat Indonesia yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.
Prabowo menilai energi dari proyek LNG Abadi Masela diperlukan untuk mendukung transformasi bangsa menuju negara modern dan produktif serta memperkuat pengembangan industri nasional.
“Tapi sebaliknya, kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita. Kita perlu energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa. Kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa-bangsa Jepang. Kita ingin menjadi bangsa yang produktif. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri,” kata Prabowo.
Presiden menyampaikan Indonesia memiliki sumber daya yang memadai untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk sumber daya manusia yang dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan untuk bersaing.
Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung saat mengikuti prosesi peresmian melalui sambungan video.
Sementara itu, di lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Indonesia.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target, sementara penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama terus berjalan menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.
Pemerintah juga memproyeksikan kilang LNG Abadi Masela menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur.
Kehadiran proyek tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM serta membuka lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. (kmb/balipost)










