
JAKARTA, BALIPOST.com – Nice memastikan tempatnya tetap aman di kasta tertinggi sepak bola Prancis setelah tampil perkasa dengan menaklukkan St-Etienne 4-1 pada leg kedua play-off degradasi Ligue 1 di Allianz Riviera, Jumat (29/5) waktu setempat.
Kemenangan meyakinkan tersebut membuat Nice unggul agregat 4-1 setelah pada pertemuan pertama kedua tim bermain imbang tanpa gol. Hasil ini sekaligus mengakhiri perjuangan St-Etienne yang gagal merebut tiket promosi ke Ligue 1 musim depan, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Laga berlangsung sengit sejak menit awal. St-Etienne sempat membuat publik tuan rumah terdiam ketika Irvin Cardona menjebol gawang Nice. Namun gol tersebut dianulir wasit usai tinjauan VAR menunjukkan adanya posisi offside.
Nice kemudian mulai mengambil alih permainan dan beberapa kali mengancam melalui Elye Wahi serta Dante. Namun hingga turun minum, kedua tim masih gagal memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, St-Etienne kembali mendapat peluang emas melalui Lucas Stassin. Sayangnya, tembakan rebound sang penyerang hanya membentur tiang gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62. Jonathan Clauss berhasil memanfaatkan bola liar di depan gawang untuk membawa Nice unggul 1-0 dan membakar semangat para pendukung tuan rumah.
St-Etienne sempat membuka harapan setelah Zuriko Davitashvili sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-79 dan mengubah skor menjadi 1-1.
Namun respons Nice datang sangat cepat. Hanya dua menit berselang, Kail Boudache menyambar bola rebound untuk kembali membawa timnya unggul 2-1.
Saat St-Etienne mulai kehilangan momentum, Elye Wahi tampil sebagai pembeda. Penyerang muda tersebut mencetak gol ketiga Nice pada menit ke-87 sebelum menambah satu gol lagi di masa injury time usai menerima umpan matang Sofiane Diop.
Gol kedua Wahi memastikan kemenangan telak 4-1 sekaligus mengunci nasib Nice untuk tetap berlaga di Ligue 1 musim depan. Keberhasilan ini menjadi penutup manis perjuangan Nice yang sempat berada dalam tekanan besar di penghujung musim. Sebaliknya, St-Etienne harus menelan kekecewaan dan kembali menunda ambisi mereka untuk kembali bersaing di kompetisi tertinggi sepak bola Prancis. (Suka Adnyana/balipost)










