Ratusan Siswa SMP ramaikan jantra olahraga tradisional Kabupaten Buleleng 2026.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng memeriahkan jantra olahraga tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Bhuwana Patra, Singaraja, Minggu (34/5).

Kegiatan yang diikuti hampir 300 peserta dari 16 SMP ini menjadi bagian dari rangkaian Jantra Tradisi Bali VI Tahun 2026 sekaligus upaya pelestarian olahraga tradisional Bali di kalangan generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan jantra olahraga tradisional menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerah, khususnya olahraga tradisional Bali di tengah perkembangan zaman modern.

Baca juga:  Diduga Epilepsi, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Pesisir Pemuteran

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berkomitmen menjaga keberlangsungan permainan dan olahraga tradisional agar tetap hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat Bali,” ujarnya.

Adapun cabang olahraga tradisional yang diperlombakan meliputi terompah panjang berkelompok putri, deduplak atau lari batok kelapa berkelompok putra, megala-gala atau hadang putra dan putri, serta metajog berkelompok putra. Berbagai perlombaan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari para peserta maupun pendukung sekolah masing-masing.

Baca juga:  Jalan Putus Ganggu Siswa SMKN 1 Tembuku, Jadi Korban Keterlambatan

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di kalangan pelajar. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan yang menuntut kekompakan, ketangkasan, dan sportivitas.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Made Tegeh Okta Maheri mengatakan, kegiatan ini bertujuan melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan pelajar dan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kebugaran jasmani serta kerja sama antar peserta.

“Ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk menyiapkan duta Kabupaten Buleleng pada Jantra Tradisi Bali di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Baca juga:  Para Siswa Diberikan Pamahaman Potensi Kebencanaan

Sebanyak 16 SMP ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya SMP Negeri 1 Singaraja, SMP Negeri 1 Sawan, SMP Negeri 1 Banjar, SMP Negeri 1 Gerokgak, SMP Negeri 1 Busungbiu, SMP Negeri 1 Sukasada, dan SMP Negeri 3 Singaraja.

Selain itu, ada SMP Negeri 3 Banjar, SMP Negeri 4 Singaraja, SMP Negeri 5 Busungbiu, SMP Negeri 6 Singaraja, SMP Negeri 6 Gerokgak, SMP Negeri 6 Tejakula, SMP Lab Undiksha, SMP Sri Amertha Singaraja, dan SMP Satap 2 Banjar.

“Kita berharap jantra olahraga tradisional dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya daerah sekaligus media edukasi budaya bagi generasi muda Bali,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN