Ilustrasi. (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Serapan Program Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera (Sidi Kumbara) menunjukkan tren positif. Dari total anggaran sebesar Rp1,840 miliar yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung, realisasi hingga April telah mencapai Rp907,4 juta yang tersalurkan kepada 68 pelaku usaha mikro.

Tingginya minat pelaku usaha tidak lepas dari kebijakan peningkatan plafon kredit. Jika sebelumnya maksimal pinjaman hanya Rp25 juta, kini dinaikkan menjadi Rp100 juta. Kebijakan ini terbukti mendorong lonjakan jumlah pemohon yang mengakses program tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengungkapkan bahwa peningkatan plafon sangat berpengaruh terhadap realisasi kredit di lapangan.

Baca juga:  Menperin dan Gubernur Koster Resmikan Program Kredit Padat Karya

“Sangat mempengaruhi (peningkatan plafon-red) dimana 68 usaha yang sudah terealisasi ada 46 usaha dengan pagu Rp 100 juta,” ungkap Rosyawati pada Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, mayoritas pelaku usaha yang memanfaatkan program ini berasal dari sektor penyediaan makanan dan minuman, serta perdagangan dan jasa. Sektor ini dinilai paling cepat bergerak dan membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Lebih lanjut, program Sidi Kumbara menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha mikro. Kebijakan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga:  15 Koperasi Ditutup Sepanjang 2017

“Ini satu bentuk bahwa komitmen bapak bupati kepada masyarakat Badung. Sidi Kumbara ini benar-benar ada keberpihakan dengan usaha mikro yang ada di Badung,” katanya.

Rosyawati menambahkan, usaha mikro memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih besar, diharapkan pelaku usaha semakin berkembang dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Tidak saja untuk mendapatkan pendapatan buat yang bersangkutan tapi juga memberikan ruang untuk kesempatan kerja. Semua biaya dibayar oleh pemerintah, dari pihak pengusaha mikro hanya membayar pokoknya saja,” terangnya.

Baca juga:  Sekda Dewa Indra: Peranan UMKM dan Koperasi Penting terhadap Perekonomian Bali

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa program ini akan terus dievaluasi untuk pengembangan ke depan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan lembaga keuangan terkait.

“Kalau sekarang 100 bagaimana dampaknya, kalau ternyata memberikan dampak yang cukup besar mungkin kita akan tambah platform lagi,” katanya.

Dengan capaian serapan yang tinggi, program Sidi Kumbara diharapkan Bupati Adi Arnawa semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Badung. (Parwata/balipost)

BAGIKAN