
GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Gianyar terus berkomitmen memperluas akses literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui layanan Perpustakaan Keliling, Dispusar menyasar 15 lokus satuan pendidikan di wilayah Gianyar guna membudayakan gemar membaca dengan sistem “jemput bola”.
Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Dispusar Gianyar, I Nyoman Bidi Sastra Sedana, Selasa (12/5) menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar meminjamkan buku. Para siswa juga diajak untuk aktif mengolah informasi yang mereka dapatkan.
“Selepas membaca buku, pemustaka diajak membuat resensi dan menyampaikan gagasan mereka di hadapan teman sejawatnya. Ini adalah upaya kami membangun kepercayaan diri dan kemampuan literasi secara menyeluruh,” ujar Bidi Sastra di sela kegiatan di SD N 8 Mas, Ubud.
Selain layanan keliling, Dispusar Gianyar juga memperkuat peran Perpustakaan Umum Daerah Nawaksara serta melakukan pendampingan di tingkat desa. Saat ini, tercatat seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Gianyar telah memiliki perpustakaan dengan koleksi minimal 1.000 judul buku.
Langkah ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang inklusif. Perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat informasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi layanan digital dan edukasi.
Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan atensi penuh terhadap program ini. Pada tahun anggaran 2026, melalui kebijakan yang diinisiasi oleh Bupati Gianyar dan Sekretaris Daerah, setiap perpustakaan desa mendapatkan kucuran dana sebesar Rp150 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak.
Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan koleksi bahan bacaan, peningkatan fasilitas sarana dan prasarana perpustakaan desa, dan program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.Diharapkan dengan dukungan anggaran yang signifikan, perpustakaan desa mampu menjadi ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Gianyar dan menciptakan ekosistem literasi yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. (Wirnaya/balipost)










