Para bhikkhu lintas negara melanjutkan perjalanan spiritual berjalan kaki menyeberangi Pulau Bali ke Pulau Jawa, Senin (11/5) pagi. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sebanyak 58 bhikkhu dari berbagai negara melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki (thudong) dari Bali menuju Jawa, melalui Pelabuhan Gilimanuk, Senin (11/5) pagi. Para bhikkhu yang melakukan perjalanan spiritual ‘Indonesia Walk for Peace’ ini membawa misi perdamaian dan kebajikan melintasi pulau Bali dan Jawa.

Sebelum menyeberang, puluhan bhikkhu ini diterima umat dan menjalankan kegiatan spiritual di Vihara Empu Astapaka Gilimanuk. Selanjutnya dilepas oleh berbagai unsur dari provinsi dan Kabupaten Jembrana, di antaranya Danlanal Denpasar, Bupati Jembrana dan Ketua DPRD Jembrana.

Baca juga:  Seniman Bali Tak Nikmati Dampak Pariwisata

Salah satu bhikkhu asal Thailand, Ajhran Prasan mengatakan perjalanan dari Buleleng, menuju Jembrana merupakan awal sebelum melanjutkan perjalanan panjang melintasi tiga provinsi di Pulau Jawa. Perjalanan spiritual ini nantinya berujung di Candi Borobudur, Magelang, DI Yogyakarta.

Pihaknya sangat senang dengan sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah selama perjalanan. Total jarak yang dilalui sejauh 666 kilometer dan ditargetkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026, 3 hari sebelum perayaan Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026.

Baca juga:  Karena Ini, Oknum Anggota TNI Ditangkap

Selama perjalanan dari Vihara hingga masuk kapal di Pelabuhan Gilimanuk, perjalanan diiringi dengan Barongsai dan baleganjur serta melibatkan umat lintas agama, baik di Gilimanuk dan Jembrana. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN