Ruas Jalan Gajah Mada yang masuk dalam rencana penataan tahun ini. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mematangkan penataan kawasan Jalan Gajah Mada sebagai wajah baru pusat kota Tabanan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai urat nadi ekonomi masyarakat itu akan dipercantik melalui pavingisasi hingga pembangunan ikon patung Catur Muka pada tahun 2026.

Rencana tersebut mengemuka dalam sosialisasi penataan Jalan Gajah Mada, pavingisasi, serta pembangunan patung Catur Muka yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, belum lama ini. Kegiatan dihadiri Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, jajaran OPD terkait, forkopimcam, Bendesa Adat Kota Tabanan, perbekel, konsultan perencana, hingga para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Baca juga:  Perbaikan Patung Catur Muka Rampung

Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana memaparkan, penataan kawasan Jalan Gajah Mada telah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026. Penataan dilakukan secara terintegrasi guna menghadirkan kawasan pusat kota yang lebih tertata, nyaman dan memiliki identitas kuat sebagai kawasan heritage.

Atas rencana tersebut, Bupati Sanjaya menegaskan, penataan Jalan Gajah Mada bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Tabanan sejak lama.

“Jalan Gajah Mada bukan sekadar jalur transportasi. Kawasan ini adalah urat nadi ekonomi, saksi sejarah, sekaligus wajah dari identitas kota kita,” ujarnya.

Baca juga:  Membelah Keindahan Alam Jawa Tengah Lewat Tour de Borobudur 2017

Menurut Sanjaya, pemerintah tidak berniat menggusur aktivitas usaha masyarakat. Penataan justru diarahkan untuk mempercantik kawasan perdagangan agar memiliki nilai tambah dan daya tarik baru.

Ia mengatakan, konsep pembangunan akan dilakukan secara humanis dengan meminimalisir dampak terhadap aktivitas warga maupun pelaku usaha selama proses pengerjaan berlangsung.

Selain pavingisasi, pembangunan patung Catur Muka disiapkan menjadi ikon baru kawasan pusat kota. Keberadaan patung tersebut diharapkan memperkuat karakter Kota Tabanan yang tetap berpijak pada budaya lokal di tengah modernisasi kawasan perkotaan.

Dalam kesempatan itu, Sanjaya juga membuka ruang partisipasi masyarakat terhadap rencana penataan tersebut. “Saya ingin mendengar masukan, saran, bahkan kritik yang membangun dari bapak dan ibu semua. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang partisipatif,” tegasnya.

Baca juga:  Tambang Ilegal Marak di Bali, Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Miliar

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemilik toko dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada ikut mendukung program tersebut demi mewujudkan wajah kota Tabanan yang modern, bersih dan tetap berlandaskan budaya Bali. Menurutnya, penataan kawasan Jalan Gajah Mada ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN