Dua wisatawan mancanegara (wisman) melihat-lihat suasana dan pertunjukan yang ada saat Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII di Taman Budaya, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 memberlakukan sejumlah aturan baru. Area kuliner menjadi salah satu fokus penerapan aturan ketat.

Kepala UPTD Taman Budaya Bali, I Wayan Mardika Bhuwana mengatakan pada tahun ini pengunjung juga tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman dari luar kawasan. Kebijakan ini diambil untuk menekan volume sampah yang kerap melonjak saat pertunjukan besar.

“Nanti kita antisipasi, tidak boleh membawa makan dan minum dari luar. Kalau sudah masuk area, diharapkan membawa tumbler dan menghabiskan makanan di tempat,” tegasnya.

Pelaku UMKM juga dilarang menggunakan plastik sekali pakai dan diwajibkan mengelola sampahnya secara mandiri.

Pengelolaan sampah tahun ini akan dilakukan dengan pola berbeda. Pengelola bersama panitia PKB tengah merancang sistem berbasis sumber, di mana setiap individu maupun pelaku usaha bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

Baca juga:  PKB 2026 Angkat Isu Sosial, Fenomena 'Bundir' Masuk Agenda Sarasehan

Pengalaman sebelumnya menunjukkan persoalan sampah masih menjadi tantangan, terutama di Panggung Ardha Candra. Banyak penonton yang menyembunyikan sampah di bawah tribun, sehingga menyulitkan petugas kebersihan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan Satpol PP, termasuk penertiban pedagang di luar kawasan yang berpotensi menyumbang sampah plastik.

Langkah yang cukup berbeda tahun ini adalah rencana meminimalisir jumlah tong sampah di area pertunjukan. Strategi ini diharapkan mendorong kesadaran pengunjung agar membawa kembali sampahnya masing-masing.

Baca juga:  Sembilan Desa di Tabanan Inovatif Tangani Sampah

“Kalau tidak ada atau diminimalisir tong sampah, maka yang menghasilkan sampah diharapkan membawa sendiri sampahnya pulang,” jelasnya.

Selain itu, panitia juga akan memperketat komitmen para pengisi acara melalui kesepakatan atau fakta integritas terkait pengelolaan sampah.

Dengan berbagai langkah tersebut, pengelola berharap PKB 2026 tidak hanya sukses sebagai perayaan seni budaya, tetapi juga menjadi contoh penerapan tata kelola lingkungan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Selain itu, pihaknya juga mulai mematangkan berbagai persiapan. Tidak hanya fokus pada kesiapan panggung dan fasilitas, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama dengan pendekatan yang lebih ketat dan berbasis sumber.

Baca juga:  Loka POM Gelar Pengawasan Jelang Galungan

Ia mengatakan pembenahan dilakukan demi meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran para seniman yang akan tampil dalam ajang seni tahunan terbesar di Bali tersebut.

Salah satu fokus utama pembenahan adalah fasilitas toilet yang selama ini kerap dikeluhkan. Renovasi dilakukan di sejumlah titik strategis, terutama di area bawah Gedung Ksirarnawa dan Panggung Terbuka Ardha Candra yang menjadi pusat keramaian penonton.

“Memang toilet ini menjadi perhatian masyarakat. Kita sudah renovasi, terutama di bawah Ksirarnawa dan Ardha Candra karena itu paling banyak digunakan penonton,” ujarnya, Rabu (6/5).

Perbaikan mencakup penggantian hingga perbaikan unit yang rusak. Namun, proses dilakukan bertahap lantaran keterbatasan anggaran. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN