Petugas mengevakuasi korban lakalantas di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat. (BP/istimewa)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban jiwa akibat lakalantas di wilayah hukum (wilkum) Polresta Denpasar masih tergolong tinggi. Sejak Januari hingga saat ini, tercatat 51 nyawa melayang di jalan raya. Menyikapi kondisi ini, Satlantas Polresta Denpasar gencar melakukan patroli, pengaturan di titik-titik rawan lakalantas dan mengedukasi masyarakat, termasuk pelajar, agar tertib berlalu lintas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (6/5), menyampaikan bahwa sejak Januari hingga saat ini, tercatat telah terjadi 863 kasus lakalantas. Dari lakalantas tersebut, 51 orang diantaranya meninggal, tujuh luka berat, 1.081 luka ringan, dan kerugian materiil mencapai Rp1.233.700.000.

Baca juga:  Ditangkap, Pria Diduga Perkosa Pembantu

Kepolisian tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan tersebut. “Upaya pencegahan terus dilakukan Polresta Denpasar khusus Satlantas. Petugas melakukan pembinaan dan penyuluhan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Selain itu, anggota satlantas dan polsek jajaran juga melaksanakan patroli serta pemantauan hingga dini hari. Upaya ini dilakukan untuk mencegah lakalantas, termasuk balapan liar yang berakibat fatal.

Disamping itu, pihak kepolisian tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat terutama pengguna jalan raya supaya mematuhi aturan berlalu lintas, tidak parkir sembarangan, dan tidak ugal-ugalan di jalan raya.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Laptop Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa Perdana

Kasus lakalantas teranyar terjadi di Jalan Mahendradatta, tepatnya areal jembatan selatan SPBU, Denpasar Barat (Denbar), Minggu (3/5) malam. Sepasang kekasih berinisial IMS (28) dan KH (27) mengalami cedera kepala berat (CKB). Mereka meninggal di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN