Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca saat menjelaskan tentang pelaksanaan Singakren Festival, Rabu (6/5). (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Harmoni budaya multietnis akan tersaji dalam Singakren Festival 2026 yang digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng selama tiga hari, mulai Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Festival perdana ini menjadi ruang ekspresi seni, tradisi, sekaligus kreativitas masyarakat Buleleng.

Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, Rabu (6/5) mengatakan, Singakren Festival atau Singaraja Kreativitas Seni Festival menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya multietnis yang telah lama hidup dan berkembang di Buleleng sejak masa pemerintahan Anglurah Panji Sakti.

Menurutnya, keberagaman budaya tersebut akan ditampilkan melalui akulturasi seni modern dan tradisional dari berbagai etnis, seperti Bali, Tionghoa, hingga Bugis. “Buleleng sejak dulu dikenal dengan keberagaman budayanya. Nilai tradisi ini yang terus kami jaga dan lestarikan, lalu kami kemas dalam festival agar bisa dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.

Baca juga:  Rektor Undiksha Terpilih sebagai Ketua Forum Rektor LPTKNI Periode 2024-2026

Pada pembukaan festival, pengunjung akan disuguhkan kolaborasi seni tradisional Bali dengan barongsai khas Tionghoa serta hadrah dari budaya Bugis yang masih lestari di Kecamatan Buleleng. Salah satu penampilan utama yakni tari kolosal multietnis yang melibatkan 87 penari dari berbagai usia serta didukung 26 penabuh.

Seluruh penampilan multietnis tersebut akan diiringi gamelan gong kebyar khas Buleleng. “Biasanya pertunjukan multietnis menggunakan musik yang berbeda-beda, namun kali ini kami satukan dengan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng,” jelasnya.

Baca juga:  Tabrak Pohon, Perempuan Pemotor Alami Luka Serius

Tidak hanya menampilkan seni budaya, Singakren Festival juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai produk unggulan dari sektor kuliner, agro, kriya hingga fesyen akan ditampilkan selama festival berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan modern dan sosial, seperti e-sports, edukasi pengelolaan sampah, fun run, donor darah, cek kesehatan gratis hingga layanan pap smear gratis bagi 300 peserta di Klinik Sutji Medika.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni kreatif, generasi muda, hingga ibu-ibu PKK desa dan kelurahan se-Kecamatan Buleleng. “Ini bukan hanya festival hiburan, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi kreatif, promosi pariwisata serta edukasi lingkungan melalui kampanye penanganan sampah,” tambahnya.

Baca juga:  Omed-omedan Tetap Berlangsung, Hanya Ini Ditiadakan

Beragam pertunjukan lain seperti gong kebyar anak-anak, angklung kreasi, tradisi ngoncang, tari joged hingga musik modern juga akan memeriahkan festival. Untuk penyelenggaraan tahun ini, total anggaran yang digunakan mencapai lebih dari Rp430 juta. Dari jumlah tersebut, Rp160 juta bersumber dari DPA Kecamatan Buleleng, sedangkan sisanya berasal dari dukungan sponsor dan donatur. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN