Tim Gabungan yang melakukan pencarian lansia di Gunung Batukaru, akhirnya dihentikan setelah tujuh hari upaya pencarian tidak membuahkan hasil. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Operasi pencarian terhadap lansia I Made Dibia (84) yang hilang di kawasan Gunung Batukaru resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil. Keputusan tersebut diambil Tim SAR Gabungan pada Sabtu (2/5) karena tidak ditemukan tanda maupun petunjuk baru terkait keberadaan korban.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, Minggu (3/5), membenarkan penghentian operasi tersebut. Ia menegaskan langkah itu mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang mengatur bahwa pencarian oleh tim gabungan dapat dihentikan jika dalam tujuh hari korban tidak ditemukan.

“Secara resmi operasi SAR gabungan dihentikan, namun pencarian oleh keluarga dan relawan tetap berjalan,” ujarnya.

Baca juga:  Lansia di Badung Bakal Dapat Hadiah Rp5 Juta, Ini Rencananya

Sejak hari pertama, pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, instansi pemerintah, hingga masyarakat dan keluarga korban. Penyisiran dilakukan di jalur pendakian, hutan, serta perbukitan di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban usai bersembahyang di Pura Jatiluwih.

Namun hingga hari terakhir, tim tidak menemukan jejak, barang pribadi, maupun tanda-tanda keberadaan korban. Bahkan, upaya pencarian secara niskala juga tidak membuahkan hasil.

Srinada Giri mengungkapkan, proses pencarian turut dihadapkan pada kendala berat, terutama kondisi cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi disertai kabut tebal menyebabkan jalur pendakian menjadi licin serta membatasi jarak pandang tim di lapangan.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Resmikan Gedung Baru TPS3R Mohija Collection Center

“Seluruh potensi sudah dikerahkan, namun belum ada hasil. Operasi bisa dibuka kembali jika ditemukan petunjuk baru,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Made Dibia terpisah dari rombongan saat melakukan pendakian di jalur Gunung Batukaru melalui Pura Jatiluwih, Banjar Dinas Sarin Buana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (25/4).

Peristiwa bermula saat rombongan berjumlah 13 orang memulai pendakian pada pukul 07.30 WITA melalui jalur Pura Jatiluwih. Sekitar pukul 15.00 WITA, sebanyak 10 orang berhasil mencapai puncak, sementara empat orang lainnya tertinggal di tengah perjalanan karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian.

Baca juga:  Belajar Tak Kenal Usia, Puluhan Lansia di Karangasem Jalani Wisuda

Empat orang yang tertinggal kemudian memutuskan kembali turun ke Pura Jatiluwih. Dalam perjalanan turun, korban Made Didia berjalan lebih dulu mendahului rombongan.

Salah satu saksi, Wayan Nesa Aryana (74), yang juga ikut dalam rombongan, tiba kembali di Pura Jatiluwih sekitar pukul 18.30 WITA. Namun saat itu korban belum terlihat.

Hingga seluruh rombongan kembali sekitar pukul 20.15 WITA, korban tetap tidak ditemukan dan tidak ada satu pun anggota rombongan yang melihat keberadaannya di sepanjang jalur pendakian.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN