Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen. (BP/Dok. Baliutd.com)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kebangkitan Bali United dalam beberapa pekan terakhir membuat nama Johnny Jansen menuai pujian. Pelatih asal Belanda itu dinilai membawa Serdadu Tridatu menemukan ritme permainan yang sempat hilang di awal musim.

Saat pertama datang dari kompetisi Eredivisie, Jansen dihadapkan pada ekspektasi tinggi. Namun perjalanannya bersama Bali United tidak langsung mulus.

Serangkaian hasil imbang dan kekalahan sempat memicu kritik tajam dari suporter, bahkan desakan agar ia mundur sempat mengemuka.

Kini situasinya berubah. Perlahan namun pasti, permainan Bali United mulai menunjukkan arah yang jelas lebih rapi, lebih agresif, dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Kehadiran Teppei Yachida dan Diego Campos pada putaran kedua menjadi salah satu faktor penting yang melengkapi komposisi tim. Kedatangan keduanya menutup kekosongan yang sempat muncul akibat badai cedera pemain asing pada paruh pertama musim.

Baca juga:  Porprov Bali XVI 2025, Denpasar Mulai Dibayangi Badung di Puncak Klasemen Sementara

Performa Bali United pun langsung menanjak. Mereka menghancurkan PSBS Biak dengan skor 6-1, lalu menaklukkan Malut United 4-1. Tren positif berlanjut lewat kemenangan tandang atas Persita Tangerang, sebelum menutup rangkaian apik dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas PSM Makassar.

Meski sempat kalah saat bertandang ke markas Persib Bandung, penampilan spartan anak asuh Johnny Jansen tetap menuai apresiasi. Semangat juang hingga menit akhir menjadi sinyal bahwa fondasi permainan mulai terbentuk.

Johnny Jansen mengaku menikmati proses yang sedang berjalan bersama Bali United. “Saya senang dengan situasi itu karena saya ingin membentuk tim ini untuk terus berproses menjadi yang terbaik secara bertahap. Saya ingin mendorong pemain untuk berkembang, untuk itu saya mempelajari tipikal permainan sepak bola di Indonesia secara mendalam,” ujar Jansen.

Baca juga:  Atlet Petanque Made Wijaya dan Kadek Nandinia Juara

Sejak diperkenalkan pada Mei tahun lalu, mantan pelatih PEC Zwolle itu memang memilih pendekatan bertahap. Ia mempelajari kultur sepak bola Indonesia, memahami dinamika kompetisi, sekaligus membangun koneksi dari akademi hingga tim utama.

Fokus Jansen bukan hanya hasil jangka pendek. Ia juga mendorong pengembangan pemain muda dari akademi Bali United, sambil menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan profesionalisme di seluruh level tim.

“Saya menyadari banyak suporter ingin timnya sukses, ingin timnya meraih kemenangan. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari latihan hingga pertandingan dan proses itu mulai tumbuh perlahan untuk menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Baca juga:  Bali United Taklukan Semen Padang FC 

Perlahan, racikan taktik ala Eredivisie yang dibawa Johnny Jansen mulai dipahami oleh para pemain Bali United. Hasilnya kini mulai terlihat nyata di lapangan.

Saat ini Bali United menempati posisi ketujuh klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan 45 poin, hasil dari 12 kemenangan, sembilan kali imbang, dan sembilan kekalahan dari 30 pertandingan.

Empat laga tersisa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Johnny Jansen. Jika tren positif ini mampu dipertahankan, bukan tak mungkin Bali United menutup musim dengan kesan kuat dan sang pelatih membungkam seluruh keraguan yang sempat mengiringi langkah awalnya di Pulau Dewata. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN