Kondisi gedung SDN 3 Sembung Gede yang ambruk pada Kamis (30/4). (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan, Rabu (29/4) malam, memicu kerusakan bangunan sekolah. Empat ruangan di SDN 3 Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, salah satunya ruang UKS, ambruk pada Kamis (30/4).

Beruntung saat kejadian robohnya atap bangunan sekolah tersebut tidak sampai ada korban jiwa. Bangunan yang ambruk sebelumnya sudah lama dikosongkan selama hampir 2 tahun karena mengalami kerusakan cukup parah. Awalnya kerusakan terjadi pada ruang kelas yang berada di pojok bangunan atau ruang untuk kelas V dan tidak difungsikan lantaran bagian atap rusak dan dinilai membahayakan siswa.

Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana mengaku masih syok akan kejadian itu. Ia mengatakan, selama ini kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan dengan sistem berbagi ruang. Siswa kelas V menggunakan ruang kelas I, sedangkan siswa kelas I dipindahkan ke ruang perpustakaan.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Nasional Masih Tambah di Atas 3.000 Orang, Bali Ada di 10 Besar

“Sudah hampir 1,5 tahun siswa kelas I belajar di perpustakaan karena ruang kelas V rusak dan tidak bisa dipakai,” ujarnya, Jumat (1/5).

Bangunan sekolah yang berdiri era tahun 1980-an tersebut terakhir kali dilakukan rehabilitasi pada bagian atap sekitar tahun 2007. Kondisi bangunan yang sudah tua tentu membuatnya rentan, terlebih saat diguyur hujan deras.

Untuk mengantisipasi terganggunya proses belajar, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan komite dan kepala lingkungan. Rencananya untuk sementara, kelas bawah atau kelas I, II, dan III akan belajar di wantilan Banjar Mandung.

Sedangkan kelas IV, V, dan VI tetap menggunakan ruang yang masih layak di dalam sekolah. “Jumlah siswa kelas IV, V, dan VI ada sekitar 80 orang, kalau total siswa SDN 3 Sembung Gede sebanyak 151 orang, berasal dari Banjar Sembung Kumpi, Mandung Kangin, dan Mandung,” ucapnya.

Baca juga:  Tembok Warga Pekutatan Longsor Tergerus Hujan Deras

Pascakejadian, Wakil Bupati Tabanan bersama Dinas Pendidikan Tabanan turun meninjau kondisi sekolah. Koordinasi terkait dengan penanganan bangunan sekolah rusak ini akan dilakukan agar tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar siswa.

Terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Made Sukanitera mengatakan, SDN 3 Sembung Gede telah masuk dalam daftar usulan program revitalisasi sekolah tahun 2026 yang bersumber dari APBN. Sekolah tersebut berada pada peringkat 14 dari 62 sekolah di Tabanan yang terverifikasi mendapatkan bantuan program pusat tersebut dengan tingkat kerusakan berat.

“Program revitalisasi ini merupakan pengganti DAK. Saat ini kami juga masih menunggu kuota dari pusat. Biasanya Mei–Juni sudah ada penetapan penerima,” jelasnya.

Disebutkan, dari informasi yang didapatkannya dari pemerintah pusat pada Desember 2025 lalu, untuk tahap awal program akan difokuskan pada penanganan dampak bencana dengan alokasi sekitar 15 persen dari total sekolah yang masuk nominasi. Besaran anggaran disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.

Baca juga:  Sindikat Siber Sasar WN Amerika Diungkap Polda Bali, Modusnya "Love Scam"

“Jadi, berapa Tabanan dapat kuota untuk program revitalisasi ini kami juga masih menunggu pusat, meski demikian kami akan terus melakukan koordinasi,” jelasnya.

Selain SDN 3 Sembung Gede, kerusakan bangunan sekolah juga tampak terjadi di SDN 2 Sembung Gede. Namun, sekolah tersebut dipastikan akan diregrouping ke SDN 1 Sembung Gede karena jumlah siswa di bawah 60 orang. Proses penggabungan ditarget rampung awal Juli 2026.

“Untuk di SDN 2 Sembung Gede saat ini masih persiapan SK penggabungan, di awal tahun ajaran baru siswa sudah bisa bergabung di SDN 1 Sembung Gede,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN