Rapat koordinasi dan kolaborasi yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pemerintah desa pada Selasa (28/4) di Kantor Camat Sukasada. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, terus mendorong produk pangan lokal desa agar masuk secara maksimal ke dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Apalagi potensi yang dimiliki cukup besar, mulai dari sektor pertanian, peternakan, dan usaha desa lainnya. Hal itu dibahas melalui rapat koordinasi dan kolaborasi yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pemerintah desa pada Selasa (28/4) di Kantor Camat Sukasada.

Plt Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menjelaskan, pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, tempe, tahu, daging, buah, dan sayur yang sebagian besar tersedia di wilayah Sukasada. Menurutnya, potensi ketahanan pangan desa harus dioptimalkan agar mampu menopang kebutuhan lima SPPG yang saat ini beroperasi di Sukasada, yakni di Tegallinggah, Sambangan, Pancasari, Wanagiri, dan Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada.

Baca juga:  Masyarakat Merasakan Hasil Program Presiden Prabowo

“Kami ingin mempertemukan penyedia bahan pangan desa seperti BUMDes dan KDMP dengan pengelola SPPG agar ada pola distribusi yang jelas. Kebutuhan sangat besar, misalnya satu SPPG bisa memerlukan hingga 3.000 butir telur per hari. Ini peluang besar bagi petani dan pelaku usaha desa,” ujarnya.

Budiarsana menegaskan, hampir seluruh kebutuhan pokok MBG sebenarnya tersedia di Sukasada, mulai dari sayur dan buah dari Pancasari, telur ayam petelur, hingga produk daging. Karena itu, pihaknya mendorong BUMDes dan koperasi desa mampu menjaga kualitas produk agar dapat bersaing dan terserap secara berkelanjutan.

Baca juga:  Pedagang Pasar Bojonegoro Kembali Jalani Rapid Test

Program MBG dinilai tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, tetapi juga memperkuat distribusi pangan lokal, memperpendek rantai pasok, dan mendukung kemandirian ekonomi desa. “Ini yang kita inginkan,bagaimana kedepan desa bisa mengelola secara mandiri potensi pangannya,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola SPPG Wijaya 1 Desa Sambangan, Wipa Kusuma, mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMDes dan koperasi desa merah putih di Kecamatan Sukasada. Produk seperti beras, telur, roti, dan sayur sudah mulai dipasok dari desa-desa setempat seperti Panji, Sambangan, dan Pancasari.

Baca juga:  Sumbang 50 Persen Kasus Positif COVID-19 di Jatim, Rapid Test Digelar di Zona Merah

“Kami sudah lama berkolaborasi dengan BUMDes maupun KDMP. Saat ini kebutuhan harian kami cukup besar, melayani 14 sekolah dengan total 3.056 penerima manfaat dari jenjang TK, SD, hingga SMK. Produksi harian mencapai Rp29 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak SPPG tetap mengacu pada standar harga pemerintah melalui Disperindag sehingga kerja sama dengan desa tetap berjalan dalam koridor bisnis yang sehat dan kompetitif. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN