Kanwil Kemenhaj Bali dan Pemprov Bali lepas jemaah haji dengan perwakilan jemaah termuda dan tertua, Denpasar, Sabtu 25/4/2026. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah satu jamaah calon haji muda asal Bali pada 2026 ini berusia 17 tahun.

Remaja yang bernama Dhani Aditya Saputra itu sudah didaftarkan menjadi calon haji sejak masih di sekolah dasar (SD). Ia didaftarkan haji untuk menggantikan ayahnya.

“Saat itu tidak tahu, kan karena masih kecil diajak begitu saja ke kantor mana itu untuk foto, buat foto segala macam diurus ibu, jadi awal-awal tahu ini kaget,” kata jamaah calon haji 2026 Dhani, Sabtu (25/4) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Di usianya yang ke-17, ia merupakan jemaah haji termuda kedua asal Bali yang saat pelepasan oleh Pemprov Bali dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali maju sebagai perwakilan karena jemaah termuda berhalangan hadir.

Baca juga:  Pergub Bali No. 1 2023 Cabut Semua Aturan Sanksi Langgar PPKM

Dhani bercerita ia tak tahu saat usia 12 tahun ibunya mendaftarkan dia selaku anak laki-laki pertama untuk berangkat haji menggantikan ayahnya yang belum siap berangkat.

Hingga akhirnya lima tahun kemudian Kemenhaj Bali mengumumkan namanya dan sang ibu masuk dalam kuota haji Bali yang sebanyak 698 orang.

Karena usianya yang masih muda, remaja kelahiran Kabupaten Badung itu mengaku khawatir dengan pengalaman pertama menginjakkan kaki ke tanah suci ini.

“Dengar-dengar haji itu tidak sebentar seperti umrah itu dua minggu, kalau haji kan sampai 40 hari, kaget lama juga di sana, nanti bagaimana dengan kondisi tubuh, lalu cuaca di sana seperti apa kan saya tidak tahu, saya belum pernah umrah tapi langsung haji makanya kaget sedangkan orang-orang yang sudah umrah mungkin sudah tahu, waduh gimana nanti,” ujarnya.

Baca juga:  Nekat Menjadi Tukang Tempel Narkoba, Wanita Asal Jakarta Divonis Penjara

Meski demikian, Dhani memastikan dirinya siap dengan sejumlah persiapan mental, fisik, dan pengetahuan. “Untuk fisik juga harus dijaga benar-benar, pola makan, kesehatan, kehidupan sehari-hari, olahraga itu penting nanti untuk selama di sana, makanya sudah dipersiapkan dari beberapa bulan lalu,” ucapnya.

Ia menyampaikan keteguhan tekad untuk ibadah di Mekkah ini juga demi sang ibu, ia memastikan meskipun ayahnya tidak dapat bergabung ia akan menjaga ibunya sepanjang perjalanan haji.

Baca juga:  Baik untuk Mulai Memelihara Ternak, Berikut Ala Ayuning Dewasa 15 Desember 2025

Apalagi selama ini ia tergolong anak yang dekat dengan ibunya, sehari-hari selain bersekolah ia juga aktif membantu ibu dan ayahnya bekerja.

“Untuk mama, sehat-sehat di sana, kita akan beribadah bersama, jaga kondisi fisik, panjang umur pokoknya buat mama,” kata dia dengan berkaca-kaca.

Selama beribadah nanti, siswa kelas 3 SMA ini mengaku tak ada persoalan terkait pendidikannya, sebab sang ibu merupakan guru di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar tempatnya bersekolah sehingga sudah memproses izinnya.

Dhani Aditya juga mendapat banyak dukungan dari teman-teman di sekolah hingga orang tua siswa yang juga berharap dapat menunaikan ibadah haji juga suatu saat nanti. (kmb/balipost)

BAGIKAN