Lokasi ledakan misterius di Darmasaba yang mengakibatkan trotoar rusak cukup parah. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Suara ledakan keras mendadak memecah ketenangan pagi di dekat SPBU Darmasaba. Warga dikagetkan dengan suara dentuman keras yang terjadi pada Jumat (17/4) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Ledakan yang diduga berasal dari bawah permukaan tanah tersebut mengakibatkan kerusakan pada struktur trotoar semen di area pertokoan, tepat di sebelah selatan SPBU.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabawa, mengonfirmasi bahwa pihak desa langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Tim gabungan dari unsur perangkat desa hingga perlindungan masyarakat diterjunkan untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

Baca juga:  Hari Ini, Tambahan Korban Jiwa COVID-19 dari Dua Zona Merah dan 1 Orange

“Begitu ada laporan, Kelian Banjar Dinas dari tiga wilayah yakni Manesa, Banjar Tengah, dan Pandean langsung turun bersama Satlinmas untuk mengecek kondisi di lapangan,” ujar Surya Prabawa saat dihubungi, Jumat (17/4).

Dari hasil penelusuran awal, ledakan diduga dipicu oleh akumulasi gas yang terperangkap di dalam saluran air (got) tertutup. Saat dilakukan pengecekan, petugas mencium aroma menyengat menyerupai gas atau minyak dari dalam saluran tersebut. “Kemungkinan tadi ada orang yang berdiri di depan SPBU dan merokok. Puntungnya dibuang ke got yang kondisinya tertutup, sehingga memicu percikan api karena di sana ada kandungan gas,” tambahnya.

Baca juga:  Peringati Hari Kartini, Puluhan Polwan Bersihkan Pasar

Pihak desa memastikan bahwa tidak ada aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Hal ini diperkuat dengan hasil pantauan CCTV dan data lapangan yang telah dikumpulkan.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen SPBU Darmasaba langsung menutup sementara operasionalnya. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sekaligus memastikan keamanan masyarakat dan fasilitas di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak ledakan cukup terlihat dengan rusaknya trotoar semen akibat tekanan dari bawah tanah. Pemerintah Desa Darmasaba pun segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Perbaikan Jalan dan Trotoar di Denpasar

“Kami sudah meneruskan laporan ini ke pihak Trantib, Camat, hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten untuk kemudian diteruskan ke tingkat Provinsi,” jelas Perbekel.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar saluran air tertutup yang berpotensi mengandung gas berbahaya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN