Lintasan roket yang terlihat di kawasan Pura Agung Besakih. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Warga di kawasan Kintamani hingga sekitar Pura Agung Besakih sempat dihebohkan dengan kemunculan cahaya misterius di langit pada Sabtu malam (11/4). Fenomena tersebut terlihat jelas, bahkan sempat direkam warga dan viral di berbagai media sosial.

Dalam sejumlah video yang beredar, cahaya tampak bergerak di langit dengan pancaran terang dan bentuk tak biasa, memicu beragam spekulasi. Mulai dari dugaan fenomena alam, benda luar angkasa, hingga hal-hal yang belum dapat dijelaskan.

Baca juga:  Pemprov Terima Surat dari TWBI

Namun, misteri tersebut akhirnya terjawab. Ketua Tim Manajemen Operasional Geofisika BBMKG Wilayah III Badung, Ein Nuzulul Laily, mengatakan cahaya yang terlihat di langit Bali merupakan efek dari lintasan roket yang diluncurkan oleh China dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan.

Roket yang dimaksud adalah jenis roket komersial SD-3, yang digunakan untuk membawa sejumlah satelit ke orbit. Salah satu muatan penting dalam peluncuran tersebut adalah satelit PRSC-EO2 milik Pakistan, yang berfungsi untuk penginderaan jauh dengan resolusi optik tinggi.

Baca juga:  Amankan Kegiatan Melasti, Polres Gianyar Terjunkan Ratusan Personel

Fenomena cahaya ini muncul akibat pantulan cahaya matahari pada gas buang roket di lapisan atmosfer atas, sehingga terlihat terang dan mencolok dari permukaan Bumi, termasuk wilayah Bali.

Pihak BBMKG juga menjelaskan bahwa peluncuran roket komersial SD-3 bukan kali pertama dilakukan. Sepanjang tahun 2026, peluncuran serupa telah berlangsung beberapa kali, termasuk pada bulan Januari, Februari, hingga yang terbaru pada 11 April.

Baca juga:  10 Hari OKA Digelar, 2 Tewas di Wilayah Polresta Denpasar

Meski sempat menimbulkan kehebohan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi berlebihan. Fenomena tersebut dipastikan tidak berbahaya dan merupakan bagian dari aktivitas teknologi luar angkasa yang rutin dilakukan sejumlah negara.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi antariksa global kini dapat berdampak visual hingga ke wilayah Indonesia, bahkan memicu rasa takjub sekaligus penasaran di tengah masyarakat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN