
NEGARA, BALIPOST.com – Peristiwa nahas menimpa seorang warga di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat (10/4) pagi. Seorang pria bernama I Ketut Pageh (54) meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa saat mencari kelapa muda untuk keperluan upacara adat.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Insiden terjadi sekitar pukul 07.00 WITA di kebun milik warga atas nama I Gede Rauh, yang berlokasi di Banjar Pucaksari, Desa Warnasari.
Menurut keterangan saksi, korban sebelumnya diminta untuk memanjat pohon kelapa guna mengambil klungah (kelapa muda). Permintaan itu disampaikan sehari sebelumnya, dan korban menyanggupi untuk melakukannya keesokan harinya.
“Korban bersama saksi menuju kebun di depan rumahnya. Saat memanjat pohon kelapa keempat, korban berpegangan pada pelepah yang sudah tua. Saksi sempat mengingatkan, namun belum selesai berbicara, korban terjatuh karena pelepah tersebut terlepas,” ujar Kompol Sukadana.
Melihat kejadian itu, saksi langsung meminta pertolongan dan memanggil keluarga korban. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Melaya I untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan sekitar pukul 07.30 WITA, korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas medis.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Inafis Polres Jembrana, diketahui tinggi pohon kelapa yang dipanjat sekitar delapan meter. Di lokasi juga ditemukan pelepah kelapa tua yang diduga menjadi penyebab korban kehilangan pegangan saat memanjat.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni kecelakaan,” jelasnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. (Surya Dharma/balipost)










