
GIANYAR, BALIPOST.com – Sebanyak 28 Desa Adat dari enam desa dinas di Kecamatan Blahbatuh melaksanakan prosesi sakral ngaturang pakelem sebagai rangkaian utama upacara Melasti Blahbatuh Tua, Kamis (2/4).
Ritual yang dipusatkan di Pantai Sukaluwih, Desa Pering, dan Pantai Saba ini diikuti oleh ribuan krama dengan penuh kekhusyukan.
Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini mengikuti jalannya prosesi sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama ritual berlangsung.
Prosesi ngaturang pakelem merupakan bentuk persembahan suci ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa Baruna yang berstana di segara (laut). Upacara ini bertujuan untuk memohon pembersihan alam semesta (Bhuana Agung) dan diri manusia (Bhuana Alit).
Rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Blong, Desa Belega. Setelah prosesi pelarungan sesaji ke laut, kegiatan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh krama dari enam desa, yakni Desa Buruan, Desa Blahbatuh, Desa Saba, Desa Pering, Desa Bona, dan Desa Belega.
Mengingat ribuan masyarakat memadati kawasan pantai sejak pagi hari, Polres Gianyar bersama Polsek Blahbatuh mengerahkan personel gabungan. Pengamanan dilakukan secara ketat namun tetap humanis, bersinergi dengan pacalang dari masing-masing desa adat untuk mengatur alur lalu lintas dan area upacara.
Kapolsek Blahbatuh menyatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur adat Bali.
”Kami hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan, namun juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga dan menghormati tradisi keagamaan. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan tetap harmonis,” ujar Kompol Sri Sumartini.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian ritual melasti Blahbatuh Tua terpantau berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti di lapangan.(Wirnaya/balipost)









