Ratusan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara terlihat berkunjung di DTW Tanah Lot, Tabanan. (BP/dok)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tabanan. Hingga tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat tembus lebih dari 2,7 juta orang, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 23,37 persen.

Data tersebut terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Semesta Berencana Tahun 2027 yang digelar Selasa (31/3) di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menegaskan, capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan daerah yang dijalankan sudah berada pada jalur yang tepat. Implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang diterjemahkan dalam Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani (AUM), dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  IPM Bali 2025 Naik, Bonus Demografi dan Produktivitas Tenaga Kerja Jadi Tantangan

Selain sektor pariwisata, sejumlah indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan tren positif. Di bidang pangan, indeks ketahanan pangan mencapai 77,79 atau kategori sangat tahan. Sementara sektor perumahan mencatat penanganan sebanyak 2.774 unit rumah tidak layak huni.

Pada sektor pendidikan, indeks pendidikan berada di angka 68,78 dengan mutu pendidikan mencapai 81,64 atau kategori tuntas madya. Di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat meningkat menjadi 75,93 tahun. Penguatan perlindungan sosial juga terus dilakukan. Tercatat sebanyak 1.900 jiwa menerima santunan kematian. Cakupan jaminan kesehatan mencapai 98,61 persen dan jaminan ketenagakerjaan sebesar 88,07 persen.

Baca juga:  Banyu Pinaruh Saatnya "Melukat," Berikut 5 Tempat Bisa Dikunjungi

Di bidang adat dan budaya, Pemkab Tabanan menyalurkan insentif kepada 349 desa adat dengan total lebih dari Rp 2 miliar serta 428 subak sebesar lebih dari Rp 1,5 miliar. Pembinaan juga dilakukan terhadap 450 lembaga seni, termasuk pembentukan BLUD Taman Budaya dan revitalisasi Gedung Marya.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur juga menunjukkan hasil signifikan. Kualitas jalan mencapai 95,59 persen dan kualitas jaringan irigasi sebesar 62,98 persen. Indeks kualitas lingkungan hidup berada di angka 75,10 atau kategori cukup baik.

Baca juga:  Rancangan Anggaran Pariwisata Badung, Porsi Monev Tak Realistis Disoroti

Menurut Sanjaya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. “Kita tidak hanya berbicara perencanaan, tetapi hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN