
SINGARAJA, BALIPOST.com – Dampak banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Banjar dan Seririt pada 6 Maret 2026 menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan data per 25 Maret 2026, total kerugian ditaksir mencapai Rp11,21 miliar, meliputi kerusakan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur, hingga sarana pendidikan.
Kerusakan paling banyak terjadi pada sektor perumahan dengan total 114 unit rumah terdampak dan nilai kerugian mencapai Rp858 juta. Selain itu, fasilitas air bersih juga mengalami kerusakan pada 11 titik dengan total kerugian sekitar Rp3,49 miliar. Kerusakan infrastruktur lainnya mencakup jalan dan jembatan sebesar Rp600 juta, bendung dan jaringan irigasi Rp4,8 miliar, serta dua bangunan sekolah dengan kerugian mencapai Rp1,24 miliar.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra mengatakan, penanganan pascabencana saat ini telah memasuki tahap pemulihan dan pemantauan. Sebagian besar wilayah terdampak, menurutnya, sudah mulai pulih berkat kerja sama dengan berbagai pihak.
“Pemulihan hampir semuanya sudah berjalan. Kami bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk percepatan penanganan. Saat ini fokus juga pada pemantauan di lapangan, meskipun masih ada beberapa titik yang perlu penanganan lanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan khususnya pada sektor infrastruktur yang terdampak. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali juga telah disalurkan untuk mendukung perbaikan tersebut. “Kerugian sudah didata, dan bantuan dari Pak Gubernur sudah diberikan untuk kegiatan infrastruktur yang terdampak banjir bandang,” jelasnya.
Untuk pemulihan saat ini, pemerintah memprioritaskan rehabilitasi sungai serta perbaikan jaringan irigasi yang rusak. Sementara itu, kebutuhan dasar masyarakat terdampak disebut telah terpenuhi.
“Sekarang fokus pada revitalisasi sungai dan jaringan irigasi. Untuk sekolah yang rusak, sementara kebutuhan belajar mengajar diatasi dengan memanfaatkan rombongan belajar yang ada melalui sistem dua shift,” imbuhnya.
Terkait pembangunan kembali fasilitas pendidikan, Bupati Sutjidra menyebutkan akan direncanakan pada tahun depan karena keterbatasan anggaran perubahan tahun ini. Di sisi lain, bantuan bagi desa-desa terdampak juga telah diserahkan secara simbolis dengan total nilai mencapai Rp1,2 miliar. “Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan akan terus melakukan pemantauan dan percepatan pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal sepenuhnya,” tandasnya. (Yudha/balipost)










