Gubernur Bali, Wayan Koster saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 serta pidato satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 20 Februari 2025–20 Februari 2026 pada Rapat Paripurna ke-28, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Rabu (25/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mencatat capaian kinerja signifikan dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta periode 20 Februari 2025–20 Februari 2026. Berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga penguatan sektor budaya dan lingkungan berbasis kearifan lokal.

Dalam pidato resmi yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Rabu (25/3), ditegaskan bahwa arah pembangunan Bali berlandaskan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125) dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Februari 2026, capaian indikator makro Bali menunjukkan hasil sangat baik. Di mana, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82%, meningkat dari 5,48% tahun sebelumnya dan lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,11%. Kemiskinan turun menjadi 3,42%, terendah secara nasional. Pengangguran turun menjadi 1,45%, juga terendah nasional. Gini ratio membaik di angka 0,333. IPM meningkat menjadi 79,37, masuk 5 besar nasional. Usia harapan hidup mencapai 75,46 tahun. Prevalensi stunting berada di 7,2%, terendah nasional dan satu-satunya provinsi di bawah 10%.

Baca juga:  Senderan Tembok Longsor, Tiga Bangunan di Pura Kelembu Hancur

Sementara itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali meningkat menjadi Rp72,66 juta, meski masih di bawah rata-rata nasional.

Selama satu tahun, Koster mengungkapkan bahwa Pemprov Bali menerbitkan 10 Peraturan Daerah (Perda) strategis (2025–2026), termasuk perlindungan pantai, pengendalian alih fungsi lahan, dan hak penyandang disabilitas. 6 Peraturan Gubernur (Pergub) strategis, seperti program satu keluarga satu sarjana dan jaminan sosial rohaniwan. 5 Instruksi Gubernur serta 7 Surat Edaran strategis, termasuk larangan alih fungsi lahan dan pengendalian sampah plastik.

Transformasi ekonomi difokuskan pada sektor pertanian, kelautan, industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Baca juga:  Gubernur Koster Wakili Keluarga Bung Karno Terima Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award untuk Ir. Soekarno

Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,46 juta orang. Pungutan wisatawan asing (PWA) menghasilkan Rp369 miliar, meningkat dari Rp318 miliar tahun sebelumnya.

Di sektor pertanian dan perikanan, pemerintah mempercepat sistem pertanian organik, mengendalikan alih fungsi lahan, serta meningkatkan hilirisasi hasil perikanan.

Sementara di sektor industri, Arak Bali berhasil menembus pasar internasional dan tersedia di duty free Bandara Ngurah Rai.

Pembangunan infrastruktur terus dipercepat, antara lain Shortcut Singaraja–Mengwitani (target selesai 2027). Underpass Jimbaran, Jembatan Nusa Ceningan–Lembongan, dan Embung Unda. Reaktivasi Bus Trans Metro Dewata. Total anggaran infrastruktur mencapai ratusan miliar rupiah dari APBN dan APBD.

Pemprov Bali juga fokus pada lingkungan dan energi. Penutupan total TPA Suwung ditargetkan 1 Agustus 2026. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kapasitas 1.200 ton/hari. Pengembangan PLTS atap hingga 250 MW. Penggunaan kendaraan listrik meningkat, dengan Bali peringkat kedua nasional.

Baca juga:  Kebijakan Pemuliaan Air Gubernur Koster Menginspirasi Wamendagri

Pembangunan Turyapada Tower ditargetkan selesai 2026 dan beroperasi 2027 sebagai pusat teknologi dan ekonomi baru di Bali Utara.

Di bidang keamanan, sistem Sipandu Beradat diperkuat dengan melibatkan pecalang serta sinergi TNI–Polri.

Pemprov Bali juga mendukung program prioritas Presiden, antara lain Program 3 juta rumah (total ribuan unit dibangun lintas sumber pendanaan). Program Makan Bergizi Gratis dengan capaian 63% penerima manfaat. Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem dan Tabanan.

Selama periode ini, Bali meraih berbagai penghargaan, di antaranya Opini WTP 12 kali berturut-turut. Nilai SAKIP BB (79,9). Reformasi Birokrasi A- (92,05). Innovative Government Award 2025. Provinsi Layak Anak 2025. Dan berbagai penghargaan nasional dan internasional lainnya.

Capaian satu tahun ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berbasis budaya, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Ke depan, berbagai program strategis akan terus dipercepat guna memastikan kesejahteraan masyarakat Bali secara merata dan berkelanjutan. (kmb/balipost)

BAGIKAN